PENDAKI JATUH KE KAWAH MERAPI : Evakuasi Eri Yunanto Terkendala Gas Beracun

Search and rescue (SAR) atau pencarian dan pertolongan terhadap Eri Yunanto, 21, pendaki yang jatuh ke kawah Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah kembali dilanjutkan, Senin (18/5/2015). Tim SAR berhasil menemukan gambar posisi tubuh Eri Yunanto dengan menggunakan bantuan drone, pesawat terbang tanpa anak yang dilengkapi kamera pengintai. Tubuh Eri itu terlihat di sisi utara puncak Merapi dengan kedalaman 200 meter. (JIBI/Solopos/Antara - Aloysius Jarot Nugroho)
18 Mei 2015 18:43 WIB News Share :

Pendaki jatuh ke kawah Merapi, yakni seorang mahasiswa Atmajaya, Eri Yunanto. Evakuasi terkendala gas beracun

Harianjogja.com, JOGJA-Evakuasi mahasiswa yang jatuh ke kawah Gunung Merapi, Eri Yunanto, hingga Senin (18/5/2015) siang, terkendala gas beracun.

Menurut Kepala Badan Geologi Surono kondisi kawah dipenuhi dengan gas beracun seperti CO, CO2, dan H2S pekat yang mematikan. Selain itu suhu kawah berkisar 100 sampai 400 derajat Celcius.

"Jadi teknik penyelamatan harus dipastikan benar supaya tidak menimbulkan korban baru karena keselamatan tim evakuasi menjadi hal utama," ungkapnya saat ditemui wartawan di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Jogja, Senin (18/5/2015).

Ia menegaskan, evakuasi harus dilakukan saat sinar matahari dapat masuk ke kawah. Tujuannya,
mempercepat pemuaian gas sehingga tidak terlalu berbahaya.

Kendati demikian, terangnya, Tim evakuasi juga harus menggunakan pelindung full face untuk menghindari gas beracun terhirup.

"Tapi juga bukan berarti dapat berlama-lama di kawah, harus cepat," ujarnya.

Surono menuturkan, persoalan temperatur kawah juga harus diperhatikan. Pasalnya, tali yang dipakai untuk menurunkan tim evakuasi diperkirakan dapat memuai akibat suhu tinggi kawah dan menjadi membahayakan Tim evakuasi.

Dinilainya, peristiwa seperti ini tidak perlu terjadi jika pendaki menaati peraturan. "Pendakian hanya boleh sampai Pasar Bubar, tetapi kenapa bisa ada yang sampai puncak," imbuh dia.