PPDB 2015 : Pendaftaran SMP-SMA Sleman Secara Online

16 Mei 2015 13:20 WIB News Share :

PPDB 2015 di Sleman dilakukan secara online.

Harianjogja.com, SLEMAN-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman menargetkan tahun ini Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP dan SMA menggunakan sistem real time online (RTO). Saat ini dinas sedang menyiapkan pendaftaran yang akan dimulai Juni mendatang.

Menurut Kepala Disdikpora Sleman, Arif Haryono, saat ini dinas tengah menyusun PPDB sembari melakukan sosialisasi dengan seluruh SMP-SMA di Sleman.

"Sosialisasi kami sampaikan kepada kepala sekolah dan masyarakat melalui pemerintah desa terkait PPDB dengan RTO," kata Arif Rabu, (13/5/2015).

Untuk selanjutnya, mereka diminta menyebarkan hasil sosialisasi dinas terkait PPDB online kepada sekolahnya masing-masing.

Arif menyampaikan bahwa tahun lalu PPDB sistem RTO baru dapat terealisasi di tingkat SMA dan sebagian SMP. Sekolah yang tidak menyelenggarakan RTO dikarenakan sarana dan prasarana seperti yang belum memadai. Seperti ketersediaan komputer, jaringat internet, dan listrik

Menurutnya, sistem RTO dirasa menguntungkan dibanding sistem konvensional pada tahun sebelumnya.

"Sistem RTO dinilai memudahkan dalam seleksi PPDB karena dapat terpantau secara online," jelasnya.

Dinas menargetkan tahun ajaran baru ini seluruh SMP dan SMA di Sleman sudah terdaftar melalui online. Untuk itu, Arif meminta agar kepala sekolah segera melakukan inventaris data sehingga tahu sekolah mana saja yang belum mampu menyediakan sarana dan prasarananya.

Syarat PPDB online tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin. Masih menggunakan nilai Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Daerah (Uasda) bagi lulusan SD.

Menanggapi target PPDB online yang akan dicapai Disdikpora, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman, Muhammad Lutfi Hamid mengatakan pelaksanaan PPDB masih menunggu surat edaran dari Disdikpora. Ia meminta agar siswa madrasah dan pondok pesantren di Sleman juga dapat mengikuti pendaftaran online.

"Walapun pendaftaran online, tapi siswa tetap harus datang ke sekolah karena ada tes keagamaan seperti baca tulis Al Quran," kata Lutfi menjelaskan.