KAMPUS JOGJA : UII Pentaskan Dewa Ruci, Ratusan Pengunjung Padati Area

11 Mei 2015 07:20 WIB Sunartono News Share :

Kampus Jogja UII menggelar pentas wayang kulit.

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Islam Indonesia (UII) mementaskan wayang kulit dengan lakon Ma'rifat Dewa Ruci di belakang Masjid Ulil Albab Kampus Terpadu Jalan Kaliurang Km. 14, Sleman, Jumat (8/5/2015). Pentas wayang dengan dalang Ki Entus Susmono dalam rangka Milad UII ke 72 itu menyedot ratusan pengunjung.

Lakon Makrifat Dewa Ruci merupakan perjalanan Bima atau Werkudara dalam melaksanakan perintah guru, Resi Durna untuk mencari ilmu. Meski perintah itu berat namun Bima tetap berupaya untuk memenuhinya.

Rektor UII, Harsoyo menjelaskan, lakon itu sengaja dipilih karena sejalan dengan tema Milad ke-72 UII, yaitu Membangun Tradisi Keteladanan Menuju Indonesia Madani. Selain untuk melestarikan budaya tradisional Jawa, pentas itu sekaligus menyampaikan pesan moral positif kepada masyarakat.

"Penyampaian pesan moral positif tidak harus dilakukan secara terang-terangan. Tapi bisa halus melalui kesenian wayang yang digemari oleh masyarakat," ungkap Rektor dalam rilis kepada Harianjogja, Minggu (10/5/2015).

Selain itu melalui wayang kata dia, pesan dapat lebih mudah tersampaikan. Karena itu pihaknya berharap, para penonton dapat meresapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Lalu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Keteladanan akan lebih berdampak pada masyarakat jika kita memberi contoh positif secara nyata sesuai bidang yang kita tekuni," imbuhnya.

Ki Enthus Susmono dalam pementasan dinilainya sarat dengan nilai falsafah kehidupan. Seperti tekad Bima mencari air kehidupan sesuai perintah gurunya Resi Durna melambangkan teladan untuk bakti murid kepada gurunya. Meski Bima dihadang rintangan mulai dari raksasa hingga ular naga namun tetap dapat bertemu dengan Dewa Ruci.

"Ini melambangkan perjuangan untuk mencapai tujuan hidup yang mulia selalu bertemu rintangan. Namun dengan kesungguhan, tekad semua itu bisa dilewati serta menghantarkan manusia pada kesempurnaan hidup," urainya.