SABDA RAJA : Tolak Titah Sultan, Seorang Abdi Dalem Mengundurkan Diri

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoPengageng Tepas Danarto Puro GBPH Cakraningrat (kiri) menerima pengembalian serat kekancingan dari seorang abdi daelm Mas Wedana Nitikartiya yang bernama asli Kardi (mantan Kepala Kejaksaan Negeri Yogyakarta) di i Ndalem Yudhanegaran (Kediaman GBPH Yudhaningrat) di Jalan Ibu Ruswo,Yogyakarta, Kamis (07/05 - 2015). Pengembalikan kekancingan abdi dalem itu karena Raja Kraton Ngayogyakarta telah melepas gelar Khalifatullah saat pengucapan sabdaraja.
07 Mei 2015 18:20 WIB Ujang Hasanudin News Share :

Sabda Raja baru saja dibacakan, tetapi ada seorang abdi dalem yang mengundurkan diri.

Harianjogja.com, JOGJA-Sebagai bentuk protes terhadap Sabda Raja, Sri Sultan Hamengku Buwono
(HB) X, seorang abdi dalem Mas Wedana Nitikartiya mengembalikan gelar abdi dalem ke Kraton
Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pria yang bernama asli Kardi ini diangkat menjadi abdi dalem pada Agustus 2011 melalui surat
kekancingan Nomor 70/ PHK/TDP/VIII/2011, Ngayogyakarta Hadiningrat, Rebo Legi, Tanggal 01
Syawal 1944.

Adapun surat kekancingan dikembalikan di Ndalem Yudhanegaran (Kediaman GBPH Yudhaningrat) di
Jalan Ibu Ruswo, Kamis (7/5/2015). Kekancingan tersebut kemudian diterima oleh GBPH Cakraningrat
selaku Pengageng Tepas Danarto Puro (bagian keuangan Kraton).

Menurut Kardi, sengaja mengembalikan kekancingan abdi dalem karena ia merasa Raja Kraton Ngayogyakarta sudah bukan raja lagi karena sudah menyimpang dengan mengganti gelar Sultan.

Gusti Cakra mengatakan jika sudah mengembalikan surat kekancingan abdi dalem otomatis nama Mas Wedono Nitikartiyo dicabut, dan honor sebagai abdi dalem pun dicabut.

"Kecuali yang bersangkutan mengajukan kembali," kata dia

Gusti Cakra mengaku baru kali ini ada yang mengembalikan kekancingan abdi dalem. Dia khawatir
akan diikuti abdi dalem lainnya sehingga bisa mengancam kekosongan abdi dalem Kraton.