UN SMP 2015 : Nilai Tetap Jadi Syarat Masuk SMP Negeri

05 Mei 2015 19:40 WIB News Share :

UN SMP 2015 bukan menjadi penentu kelulusan tetapi tetap dipakai sebagai syarat masuk SMP Negeri.

Harianjogja.com, BANTUL—Nilai Ujian Nasional (UN) tak memengaruhi kelulusan bagi siswa. Meski demikian, di Bantul nilai UN tetap akan diperhitungkan sebagai syarat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Jika mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) No.27/2014, Pemkab Bantul melarang anak usia sekolah untuk tidak mengenyam pendidikan sekolah. Inilah yang kemudian menyebabkan nilai UN tak lagi menjadi prioritas untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP di Bantul.

Namun menurut Kepala Dinas Pendidikan Bantul, Totok Sudarto, meski tak menerapkan batasan nilai UN dalam proses PPDB, siswa dengan nilai UN di bawah rata-rata sulit mengikuti PPDB di sekolah negeri. Lantaran nilai UN baru keluar setelah pembukaan PPDB, pihak sekolah pun mustahil mengumumkan batasan standar nilai UN untuk PPDB. Akan tetapi, alokasi kuota siswa di tingkat internal sekolah negeri mau tak mau membuat mereka menerapkan sistem seleksi berdasarkan nilai UN tersebut.

"Kami mengharamkan ada permainan uang. Kami tegaskan sekolah harus menerapkan sistem peringkat berdasarkan nilai UN," katanya saat ditemui seusai melakukan inspeksi UN di SMPN 1 Pandak, Senin (4/5/2015) pagi.

Terlebih kini 47 sekolah negeri di Bantul sudah menerapkan sistem PPDB online. Dari hasil penjaringan itulah, sekolah penyelenggara PPDB menetapkan ranking atas nilai UN itu.

"Ranking itulah yang nantinya akan disesuaikan dengan alokasi kuota masing-masing sekolah. Jadi kalau mutlak didasarkan pada batasan minimal nilai UN, memang tak ada," katanya.

Selain itu, Dinas Pendidikan Bantul juga melarang sekolah menggelar tryout dengan tujuan bisnis semata. Hal ini terkait kasus laporan salah satu orangtua siswa yang anaknya mengikuti tryout tanpa pembahasan soal di SMPN 1 dan SMP N 2 Bantul, beberapa pekan lalu. Hanya saja, belum adanya
regulasi yang mengatur soal tryout membuatnya tak bisa berbuat banyak.

"Kami belum ada regulasi untuk itu [try out]," ujar Totok.