UN 2015 : MAN Maguwoharjo Ajukan Dispensasi bagi Peserta Tuna Netra

JIBI/SOLOPOS/Agoes RudiantoLATIHAN UJIAN-Pelajar SD penyandang tuna netra membaca naskah soal dalam bentuk huruf Braille saat mengikuti latihan ujian nasional di YKAB, Solo, Rabu (25/4). Ujian Nasional tingkat SD - MI akan digelar mulai 7/9 Mei mendatang secara serentak.
27 Maret 2015 17:20 WIB Rima Sekarani News Share :

UN 2015 mendatang, MAN Maguwoharjo mengajukan dispensasi bagi peserta tuna netra.

Harianjogja.com, SLEMAN-Dua siswa berkebutuhan khusus akan menjadi peserta Ujian Nasional (UN) di MAN Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Sleman. Pihak sekolah akan memberikan pendampingan secara internal karena menganggap tidak semua orang mampu mendampingi siswa
berkebutuhan khusus.

Kepala MAN Maguwoharjo, Aris Fu’ad mengungkapkan kedua siswa berkebutuhan khusus tersebut belajar di jurusan IPS.

“Satu siswa tuna netra dan satu siswa low vision. Kami sudah mengirim permohonan dispensasi kepada Disdikpora Sleman agar soal bagi siswa tuna netra dapat dibacakan pendamping saja,” ucapnya, Kamis (26/3/2015).

Aris mengatakan siswa tuna netra di MAN Maguwoharjo lebih banyak belajar secara audio dibanding menggunakan huruf braille.

“Selama belajar di madrasah, mereka lebih banyak merekam suara guru dari pada mencatat dengan huruf braille. Buku-buku juga mereka scan lalu dibuka di komputer dan bisa disuarakan dengan screen reader,” ujarnya menerangkan.

Selain itu, soal yang dibacakan juga membuat waktu pengerjaan relatif lebih cepat.

“Huruf braille itu dibaca dengan disentuh ujung jari dan harus satu per satu. Padahal, kalau dibacakan bisa cepat dapat satu paragraf,” ucap Aris.

Aris mengaku yakin kedua siswa berkebutuhan khususnya mampu melalui UN dengan baik. Sekolah telah mempersiapkan mereka dan siswa lainnya melalui pendalaman materi dan tryout.

“Pada setiap tryout yang dilaksanakan di madrasah, siswa kami yang tuna netra ini bahkan selalu rangking satu dan mengalahkan anak normal,” kata Aris kemudian.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdipora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono mengatakan, penyelenggara ujian tetap menyiapkan soal dengan huruf braille bagi peserta tuna netra. Sementara bagi peserta dengan penglihatan lemah atau low vision akan mendapat soal dengan ukuran huruf yang lebih besar.

“Tapi materi soalnya tetap sama,” ungkap Arif.

Arif menambahkan peserta UN yang berkebutuhan khusus diberi tambahan waktu mengerjakan soal selama 45 menit.

“Jumlah peserta UN berkebutuhan khusus masih dalam proses. Kami masih menunggu laporan dari sekolah,” ujarnya.