UN ONLINE 2015 : Kapan Hasil Verifikasi Diterima?

Siswa SMA Negeri 5 Solo mengerjakan soal pada ujian sekolah, Jumat (13/3/2015). Ujian sekolah tersebut diikuti 284 siswa kelas IPA dan IPS sebagai salah satu syarat kelulusan sebelum Ujian Nasional (UN). (Reza Fitriyanto/JIBI - Solopos)
18 Maret 2015 23:20 WIB Rima Sekarani News Share :

UN Online 2015 mengenai hasil verifikasi calon penyelenggara belum juga diterima Disdikpora, Sleman.

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman mengaku belum menerima hasil verifikasi kelayakan fasilitas sekolah yang bersedia menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) online. Meski demikian, Disdikpora Sleman mengatakan tidak ada kendala berarti yang dialami saat proses verifikasi oleh tim dari Kementerian Pendidikan bersama Disdikpora DIY.

“Besok [Rabu] ada sosialisasi dari pemerintah pusat ke Disdikpora DIY terkait pelaksanaan UN 2015 secara umum. Mungkin besok juga sekalian mengumumkan hasil verifikasi UN online,” ujar Sudiro, Kasi Kurikulum SMA/SMK Disdikpora Sleman saat ditemui Selasa (17/3/2015).

Hanya ada enam SMK yang menyatakan bersedia menggelar UN online di Kabupaten Sleman, di antaranya adalah SMK Negeri 2 Depok, SMK Negeri 1 Seyegan, SMK Negeri 1 Godean, SMK Negeri 1 Kalasan, SMK Muhammadiyah Prambanan, dan SMK Penerbangan AAG Adisutjipto.

“Kalau berdasar hasil verifikasi memang memenuhi syarat, mereka baru diizinkan memakai UN online,” ucapnya.

Sudiro memaparkan, sebelum menjalani verifikasi, perwakilan dari enam SMK tersebut mendapat pengarahan umum dari tim verifikator.

“Para teknisi, pengawas, hingga proktor yang akan bertugas di masing-masing sekolah juga akan mendapat pelatihan dan pembekalan lanjutan pada 25 Maret mendatang,” kata Sudiro.

Ada beberapa hal teknis yang butuh penjelasan dan pemahaman lebih rinci terkait penyelenggaraan UN online. Oleh karena itu, petugas yang jadi fasilitator harus benar-benar disiapkan.

“Nanti kalau ada kendala saat hari pelaksanaan, bisa langsung diatasi. Setelah pelatihan bagi petugas, anak-anak juga akan menjalani tryout pengerjaan UN online,” ujarnya menerangkan.

Tahun ini, total peserta UN dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK sederajat mencapai 39.922 orang. Menurut Sudiro, teknis penyelenggaraan UN secara umum tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, tahun ini akan ada sejumlah sekolah yang menyelenggarakan UN online.

“Pada prinsipnya semua sekolah sudah siap, termasuk enam SMK yang bersedia menggunakan UN online,” ujarnya.

Sementara itu Kepala SMK Negeri 1 Kalasan, Mohammad Efendi mengatakan sekolahnya memang sudah sering digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai computer based test, seperti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Ujian Kompetensi Guru (UKG).

“Kami juga tidak ada persiapan khusus pembelajaran di sini memang sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi sejak 2010,” ungkap Efendi.

Komputer yang disiapkan SMK Negeri 1 Kalasan berjumlah 110 unit, lebih dari sepertiga jumlah peserta yang mencapai 308 orang.

“Spesifikasi semua komputer sudah lebih dari yang dipersyaratkan. Para siswa kelas XII juga telah mendapat sosialisasi tentang UN online,” kata Efendi menambahkan.