Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Terancam Tertekan
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi menekan daya beli kelas menengah dan memicu lonjakan konsumsi Pertalite.
Harianjogja.com, BANTUL-Usai dinyatakan lulus mengikuti uji Kir berkala, kendaraan pengangkut barang bak terbuka jenis Mitsubishi Colt ludes terbakar saat melintas di jalan tanjakan Dusun Dodogan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Senin (2/6/2014).
Beruntung tidak ada ada korban jiwa. Sopir pick up bernomor polisi AB 9401 AD bernama Sanadi, 64, warga Wukirsari, Kecamatan Imogiri berhasil menyelamatkan diri setelah melihat kobaran api keluar dari bawah kursi kemudinya.
Menurut Sanadi, kebakaran mobil bak terbuka saat dirinya menuju Bantul setelah mengikuti ujian berkala Kir di Gunungkidul. Ketika berada di jalan tanjakan, api tiba-tiba keluar dari bagian bawah kursi kemudi.
“Sepertinya sistem listriknya korslet,” ujar Sanadi di lokasi kejadian.
Kebakaran tidak bisa diatasi karena lokasi jauh dari pemukiman dan sumber air sehingga kobaran semakin membesar. Api baru dapat dijinakkan warga sekitar dengan menggunakan pasir yang berada di lokasi sekitar. Akibat peristiwa ini, 90% bagian depan kendaraan hangus terbakar. Kerugian ditafsir mencapai Rp17 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dinilai berpotensi menekan daya beli kelas menengah dan memicu lonjakan konsumsi Pertalite.
AFEBIS mendorong kurikulum ekonomi syariah adaptif era digital untuk memperkuat ekosistem halal dan daya saing industri syariah Indonesia.
PDAM Batang menargetkan 2.000 pelanggan baru per tahun dengan menambah sumber air baku untuk mendukung pertumbuhan perumahan dan industri.
Rupiah diproyeksi menguat hingga Rp17.500 per dolar AS didukung kebijakan fiskal, suku bunga BI, dan membaiknya sentimen global.
Sultan HB X menegaskan demonstrasi adalah hak warga negara. Massa aksi Gejayan membawa 10 tuntutan terkait ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Rosan Roeslani mengusulkan tambahan anggaran Rp578,93 miliar untuk mengejar target investasi nasional Rp2.322 triliun pada 2027.