KENAIKAN HARGA BBM : Antisipasi Lonjakan Konsumsi, Pertamina Tambah Stok BBM Jateng & DIY

21 Juni 2013 10:49 WIB News Share :

[caption id="attachment_418107" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/21/kenaikan-harga-bbm-antisipasi-lonjakan-konsumsi-pertamina-tambah-stok-bbm-jateng-diy-418104/spbu-antrean-pembeli-desi-suryanto-6" rel="attachment wp-att-418107">http://images.harianjogja.com/2013/06/SPBU-antrean-pembeli-Desi-Suryanto2-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" /> Foto Antrean Pembeli SPBU
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto[/caption]

SEMARANG-Mengantisipasi lonjakan konsumsi akibat http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/21/kenaikan-harga-bbm-hari-ini-spbu-antisipasi-panic-buying-konsumen-418048" target="_blank">kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya bakal diumumkan hari ini, Jumat (21/6/2013), Pertamina terus meningkatkan pasokan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

External Relation Pertamina Pemasaran Jateng & DIY, Heppy Wulansari dalam rilis yang dikirim kepada Harianjogja.com hari ini menjelaskan tambahan stok hingga 20% agar tak terjadi kelangkaan, karenanya masyarakat tak perlu kuatir.

Sampai dengan saat ini konsumsi BBM Subsidi di wilayah Jateng & DIY telah mengalami peningkatan.

Premium rata-rata per hari mencapai 10.570 kiloliter (KL) atau meningkat 6,8% dari konsumsi normal sebesar 9.899 KL. Solar mencapai 5.810 KL atau meningkat 10,6% dari konsumsi normal 5.252 KL per hari.

Pertamina juga mengimbau kepada tiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar selalu waspada dan segera berkoordinasi dengan aparat untuk pengamanan, terutama jika antrean mulai memanjang.

“Saat ini, terdapat 707 SPBU Pertamina yang tersebar di Jateng & DIY. Untuk memenuhi peningkatan konsumsi, Terminal BBM beroperasi selama 24 jam sehingga bila SPBU kehabisan stock, kita bisa segera melakukan pengiriman jam berapapun,” jelas Heppy.

Untuk mengantisipasi penimbunan yang potensial muncul, Pertamina terus meningkatkan koordinasi dengan aparat dan menegaskan kembali kepada SPBU untuk tertib dalam pelayanan jeriken di SPBU.

“SPBU hanyadi izinkan melayani pembelian BBM Subsidi dengan jeriken dari UKM yang mendapatrekomendasi dari SKPD saja. Jika melayani pembelian dengan jeriken tanpa rekomendasi, SPBU akan diberi skorsing,” tegas Heppy.