Tolak Kenaikan BBM, Pembagian BLSM Justru Oleh Menteri PKS

08 Juni 2013 14:05 WIB Redaksi Solopos News Share :

[caption id="attachment_413740" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/08/tolak-kenaikan-bbm-pembagian-blsm-justru-oleh-menteri-pks-413739/spanduk-pks-antara-4" rel="attachment wp-att-413740">http://images.harianjogja.com/2013/06/SPANDUK-PKS-antara3.jpg" alt="" width="314" height="217" /> Foto Spanduk PKS Tolak Kenaikan BBM
JIBI/Harian Jogja/Antara[/caption]

JAKARTA-Jika tidak dianggap sarkastik, proses kenaikan harga BBM terkadang banyak menyuguhkan dagelan-dagelan yang kerap membuat kita mengelus dada. Salah satunya adalah sikap PKS yang menolak kenaikan BBM sementara menterinya masih ada di kabinet.

"Kan pemerintah melalui Mensos yang dari PKS. Kan lucu juga saat PKS nolak, PKS yang memberikan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat)," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Harry Azhar Azis dalam diskusi Polemik yang bertemakan perahu retak setgab yang digelar Sindo Trijaya di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013).

Hal inilah yang membuat Hary Azhar tidak yakin strategi BLSM akan menaikkan citra Partai Demokrat (PD). BLSM mungkin bisa mengisi pundi popularitas PD jika yang menyalurkannya adalah menteri dari partai yang diketuai SBY itu.

BLSM yang punya kans besar untuk mengambil hati rakyat tidak akan berefek pada 2014. Hary menegaskan tidak akan ada lagi BLSM lagi pada tahun 2014.

"Kita sudah tegaskan 2014 tidak ada BLSM, ini hanya 5 bulan saja," katanya.

Rakyat saat ini, menurut Hary, sudah cerdas. Kenaikan BBM dan pembagian BLSM tidak akan dikaitkan dengan partai tertentu saja.

"Apakah BLSM dicitrakan rakyat akan miliknya Demokrat. Saya tidak yakin karena rakyat sudah cerdas," tuturnya.