Gerindra Imbau Polemik Ijazah Gibran Segera Diakhiri
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Bakal capres cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kanan) dan Ma\'ruf Amin saat tiba di RSPAD untuk tes kesehatan yang diselenggarakan KPU, Jakarta, Minggu (12/8). /ANTARA-Akbar N
Harianjogja.com, JAKARTA-- Pemilih nahdlatul ulama (NU) menjadi faktor penentu kemenangan pasangan capres-cawapres 01 Joko Widodo-Ma\'ruf Amin, berdasarkan hasil CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali.
"Jumlah pemilih muslim dari NU adalah mayoritas yakni mencapai 60 persen dan sebagian besar memilih pasangan Jokowi-Ma\'ruf Amin," kata Hasanuddin Ali pada diskusi "Populisme dalam Demokrasi Elektoral 2019" di Jakarta, Rabu (29/5/2019).
Menurut Hasanuddin, sementara itu pasangan capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih unggul pada pemilih muslim berbasis Muhammadiyah. "Pemilih muslim dari Muhammadiyah mayoritas memilih pasangan Prabowo-Sandiaga, meskipun ada juga yang memilih Jokowi-Sandiaga," katanya.
Menurut dia, pemilih NU menjadi faktor penentu kemenangan pasangan Jokowi-Ma\'ruf, menurut dia, karena adanya soliditas masyarakat NU dari tingkat elite hingga ke tingkat bawah. "Semua poros NU saat ini mendukung Jokowi-Kiai Ma\'ruf," katanya.
Faktor lain yang mendukung kemenangan Jokowi-Ma\'ruf Amin, yakni cawaperes pendamping Jokowi adalah KH Ma\'ruf Amin yang merupakan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). "Ini menjadi fantor menentu peningkatnya soliditas pemilih NU," katanya.
Faktor lainnya, menurut dia, adalah adanya kesamaan kepentingan dari pemilih yakni ingin menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari adanya upaya-upaya dari pihak tertentu yang dinilai ingin mengubah Pancasila.
Sementara itu, Direktur Eksektutif Politik IndonesiaBurhanuddin Muhtadi menambahkan, pada pemilu 2019 politik identitas berbasis keagaman semakin menguat sehingga terjadi polarisasi pada pemilih dan masyarakat.
Lamanya waktu kampanye yakni sekitar tujuh bulan, menurut dia, menjadikan pemilih semakin mengkristal pada pilihannya. "Banyak pemilih sudah memiliki pilihannya dan semakin mengkristal," katanya.
Menurut dia, pasangan Jokowi-Ma\'ruf Amin menang di 19 provinsi di Indonesia, tapi kemenangannya terutama ditentukan di dua provinsi "gemuk" yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sementara itu, pasangan Prabowo-Sandiaga, menang di sebagain provinsi di Sumatera, terutama di Aceh dan Sumatera Barat, menang besar. "Namun, pasangan Prabowo-Sandiaga, tidak berhasil memperbesar kemenangan di Jawa Barat yang juga padat penduduk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Harga BBM Pertamina, BP-AKR, Vivo, dan Shell pada 8 Oktober 2026 masih sama seperti September. Simak daftar harga lengkapnya.
Basarnas menyiagakan dua helikopter beserta kru dan tim medis untuk mendukung keselamatan MotoGP Mandalika 2026.
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Kolaborasi, transfer pengetahuan, serta keterhubungan dengan jejaring pasar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang mampu berkembang
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.