WBC Tunjuk Agit Kabayel Jadi Penantang Wajib Oleksandr Usyk
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.
SBY saat bertemu Prabowo di kediaman SBY di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018). / Bisnis-Yusran Yunus
Harianjogja.com, JAKARTA-- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan sebuah pernyataan menarik. Ia mengungkap soal rencana pertemuannya dengan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Singapura, beberapa waktu lalu.
Namun, Prabowo membatalkan pertemuan itu setelah Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu di Istana Bogor pada, Rabu (22/5/2019).
SBY menceritakan pertemuan itu mulanya diminta Prabowo. SBY menerima permintaan Prabowo dan siap menyambut mantan Danjen Kopassus tersebut di Singapura.
Namun, lanjut SBY, Prabowo membatalkan pertemuan itu tanpa alasan.
"Sudah direncanakan pertemuan saya dan Prabowo di Singapura yang juga atas permintaan beliau," kata SBY lewat rekaman video dalam acara buka puasa bersama dengan sejumlah petinggi Demokrat di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2019).
"Saya sudah sangat siap untuk menyambut dan menerima Prabowo. Namun sayang secara mendadak beliau membatalkan pertemuan tersebut," sambungnya.
Sebelum Prabowo membatalkan pertemuan, telah terjadi pertemuan AHY dengan Jokowi.
SBY menyatakan bahwa AHY tidak bisa mengindahkan keinginan Jokowi untuk menemui warga negaranya.
Saat itu kehadiran AHY bukan mewakili nama partai. Karenanya SBY menegaskan tidak ada pembahasan soal Pemilu 2019 dalam pertemuan AHY dan Jokowi.
"Sama sekali tidak membahas silang pendapat di perhitungan suara di KPU. Dalam pertemuan itu AHY tidak mewakili langsung partai Demokrat dan tidak merepresentasikan kubu capres Prabowo," ujarnya.
SBY kemudian menerangkan kalau sebuah pertemuan itu baik apabila dilakukan secara terbuka di hadapan publik.
Justru menurutnya kalau sebuah pertemuan dilakukan secara sembunyi-sembunyi, justru akan memancing fitnah.
"Pelajaran yang lain, akan baik dan mendidik jika pertemuan seperti itu dibuka di hadapan publik. Tak perlu bersembunyi dan lewat pintu belakang. Karena bisa menimbulkan fitnah. Padahal mungkin maksud pertemuannya baik sifatnya," tandas SBY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
WBC tetapkan Agit Kabayel sebagai penantang wajib Oleksandr Usyk untuk perebutan gelar dunia kelas berat pada 2026.
Kemenag menegaskan kasus cabul di Pekalongan terjadi di padepokan ilegal, bukan pondok pesantren resmi terdaftar.
Bapanas memastikan harga beras SPHP tetap stabil meski dolar AS naik. Pemerintah jaga pasokan dan subsidi beras nasional.
Jip wisata Merapi di Sleman full booking saat libur Waisak 2026. Wisatawan memadati paket trip medium hingga bunker Merapi.
IRGC Iran klaim serang pangkalan AS di Kuwait sebagai balasan serangan di Bandar Abbas, ketegangan Iran–AS kembali meningkat.
Kokola Group melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) melaksanakan kegiatan penyaluran hewan qurban berupa sapi limosin di Ciamis