Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Ilustrasi personel polisi/ANTARA FOTO-Nova Wahyudi
Harianjogja.com, JAKARTA--Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan saat ini lokasi di sekitar Mahkamah Konstitusi, Jakarta menjadi salah satu prioritas utama pengamanan aparat.
"Penebalan iya. Sekarang [pengamanan MK] masuk prioritas utama," kata Brigjen Dedi di Jakarta, Senin (27/5/2019).
Selain di MK, pengamanan juga diketatkan di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Istana dan Gedung MPR/DPR. "Lima titik itu jadi fokus pengamanan saat ini sampai dengan sidang di MK," katanya.
Sementara sebanyak 58.000 personel gabungan TNI-Polri masih bersiaga menjaga keamanan di seluruh DKI Jakarta. Mantan Wakapolda Kalteng itu menambahkan pelaksanaan Siaga 1 secara nasional telah dicabut pada 25 Mei lalu. Sementara untuk saat ini, kebijakan mengenai situasi keamanan di wilayah DKI Jakarta diserahkan kepada Kapolda Metro Jaya.
"Siaga 1 secara nasional sampai tanggal 25 Mei. Untuk tingkat Polda Metro diserahkan analisanya ke kapolda. Ia akan bekerja sama dengan pangdam mengevaluasi situasi keamanan wilayah Jakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Harga cabai rawit di Temanggung naik menjadi Rp65.000 per kilogram akibat produksi menurun karena cuaca hujan dan permintaan tinggi.