Kasus Kuansing, KPK Telusuri Pemberian Uang ke Kemenhut
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari Pemkab Kuansing ke Kementerian Kehutanan dan proses pengembaliannya dalam kasus Kuansing.
Mahasiswa berswafoto dengan Mahfud MD, seusai seminar peringatan sumpah pemuda di UGM, Minggu (28/10/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JAKARTA-- Kabar bohong atau hoaks menyerang para tokoh. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD punya cara tersendiri menghadapinya.
Ia menegaskan, kepentingan bangsa dan negara jauh lebih tinggi ketimbang berbagai hoaks tentang dirinya. Ia mengatakan bahwa dia tidak perlu menanggapi hoaks tentang dirinya, yang dibuat dan disebarkan orang-orang tak bertanggung jawab.
Ia menambahkan, saat ini para penyebar berita bohong itu akan dibiarkan lebih dulu, demi kepentingan yang lebih besar, yaitu menyelamatkan negara dari situasi panas selama Pemilu 2019.
"Hoaks-hoaks tentang saya tidak penting dan bisa diurus nanti. Yang jauh lebih penting adalah menyelamatkan negara dari segala dampak konflik yang mengiringi Pemilu 2019 yang panas ini," katanya.
Mantan Menteri Pertahanan ini menyatakan, baru-baru ini tersebar hoaks bahwa MK yang dipimpinnya memutuskan untuk memenangkan pasangan calon Sugianto Sabran, yang telah melakukan kecurangan di Pilkada Kotawaringin Barat pada 2010.
"Itu hoaks besar, terbalik total. Nyatanya, MK saat itu justru memenangkan Ujang Iskandar. Sekarang Pak Sugianto maupun Pak Ujang masih hidup. Coba tanya kepada mereka mengenai posisi kasusnya," ungkap Mahfud, melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (20/5/2019).
Lebih lanjut mantan anggota DPR ini menjelaskan, saat ini, Sugianto Sabran menjadi Gubernur Kalteng setelah menang mutlak melawan Ujang Iskandar pada Pilkada Serentak pada 2016.
Hoaks lain yang juga menerpa Mahfud, dia disebut keturunan Aryo Omongkoro dari Bangkalan, yang kemudian menjadi tentara KNIL Belanda pada awal 1900-an dan tewas dalam perang Aceh melawan Belanda.
Menurut Mahfud, hoaks itu tidak benar sama sekali. Bahkan di daerah kelahirannnya, Madura, nama Aryo Omongkoro justru tidak dikenal sama sekali.
"Lagi pula, kalau benar orang itu ada, jelas tak ada hubungan dengan saya," tegasnya.
Aryo Omongkoro, yang katanya priyayi dari Bangkalan, bekerja kepada pemerintah penjajahan Belanda, sedangkan Mahfud justru lahir di Sampang.
"Kalau mau dikait-kaitkan, justru lebih dekat dengan pahlawan nasional, Pangeran Trunojoyo. Tapi saya juga bukan keturunan Trunojoyo, ya," selorohnya.
Mahfud kembali menuturkan, bahwa leluhurnya dari garis ayah adalah petani dan bukan termasuk keturunan bangsawan, sedangkan dari garis ibu adalah Buju\' Rabah, yang punya kaitan silsilah dengan Kyai As\'ad Syamsul Arifin di Situbondo.
"Saya tak pernah membawa-bawa silsilah. Putera Kiai As\'ad, yakni Kiai Fawaid yang menyampaikan soal kaitan Buju\' Rabah itu dengan saya. Lalu dari mana kaitan saya dengan Aryo Omongkosong itu?" tanya Mahfud.
Kendati bersikap diam saat ini, Mahfud menyatakan bahwa dia telah mengetahui siapa penyebar hoaks tersebut. Ia menyebut, salah satu pihak yang menyebarkan hoaks adalah Zain, yang asal dan alamatnya ada di lebih dari satu kota dan sudah ditangani polisi.
"Saya tahu semua muasal pembuat dan penyebar hoaks itu, tapi saya biarkan dulu. Yang penting sudah di tangan polisi, lengkap dengan screenshot dan narasinya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami dugaan pemberian uang dari Pemkab Kuansing ke Kementerian Kehutanan dan proses pengembaliannya dalam kasus Kuansing.
Prakiraan cuaca BMKG Minggu: Jakarta dominan berawan, sedangkan Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul diprediksi cerah.
AC Milan menang 4-2 atas Manchester United pada laga pramusim 2026/27 setelah sempat dua kali tertinggal di Wroclaw Stadium.
Cek rute Trans Jogja aktif dan tarif terbaru 2026. Pembayaran bisa memakai QRIS, GoPay, kartu elektronik, hingga kartu pelajar.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 16 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.