Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Tembus Rp2,768 Juta per Gram
Harga emas Antam naik Rp18.000 menjadi Rp2.768.000 per gram. Simak harga lengkap 0,5 gram hingga 1.000 gram dan ketentuan pajaknya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, MALANG--Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasannya mengangkat Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menjadi Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
"Ya, itu dokter dan komunikasi publik seorang bupati kan jauh lebih baik untuk mengampanyekan keluarga berencana," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan seusai meresmikan Tol Pandaan-Malang Seksi I-III di lokasi Gerbang Pintu Keluar Tol Pandaan-Malang Seksi III, yakni Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/5/2019).
Menurut Kepala Negara, Hasto Wardoyo adalah orang lapangan dan seorang dokter yang mengetahui permasalahan. "Jelas orang lapangan, tahu masalah detail sebelumnya, dan dokter juga, apa, sudah pas lah kalau gitu," kata Jokowi.
Hasto Wardoyo mengaku surat keputusan dirinya sebagai Kepala BKKBN masih bersifat informasi yang disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan melalui WhatsApp.
Hasto mengaku mendapat pesan itu pada Kamis (9/5) dari Dirjen P2P Kementerian Kesehatan sekitar 16.00 WIB yang menyebutkan ada surat keputusan pengangkatan dirinya sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) seperti yang beredar di media sosial (medsos).
"Sampai hari ini, status saya masih seperti itu, menerima informasi dari Dirjen P2P, kemudian Dirjen juga belum memerintahkan apa-apa, tapi baru sekadar memberi informasi itu," kata Hasto, Jumat (10/5).
Ia mengaku kaget ketika banyak pihak yang menanyakan itu, sehingga tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Dia berasumsi kalau isi pesan itu sangat rahasia, tapi sudah banyak masyarakat yang tahu, bahkan dirinya saat mendapat informasi tersebut tidak memberi tahu istrinya.
"Saya selalu sampaikan, ya, nanti kita lihat kebenaran dari isi pesan yang disampaikan Dirjen. Saya kan punya jabatan sebagai Bupati, kalau berita itu benar, tentu ada mekanisme yang harus dilakukan, tidak serta merta diterima begitu saja, sehingga saya belum dapat bicara banyak. Sampai saat ini belum ada surat, kecuali informasi dari Dirjen," kata Hasto.
Politikus PDIP ini juga mengaku dirinya belum melakukan konfirmasi ke atas soal informasi yang telah beredar di semua kalangan, dan media sosial. "Belum, belum," katanya pula.
Hasto mengaku dua bulan lalu dirinya sempat diberitahu mengenali kekosongan Kepala BKKBN karena pejabatnya pensiun.
"Saya pernah diberi tahu orang-orang penting dari Jakarta bahwa ada keputusan saya masuk dalam kandidat itu. Tapi saya tidak menerima surat atau apa, menerima surat dalam bentuk pesan baru sekarang," katanya.
Saat ditanya kesiapan Bupati Hasto seandainya informasi yang beredar di masyarakat itu benar, ia mengatakan siap untuk menapak pekerjaan baru, dan juga siap menata yang ditinggalkan.
"Memimpin instansi dengan memimpin daerah itu sangat beda. Kalau itu benar, maka saya harus banyak belajar untuk memimpin instansi," katanya lagi.
Pada sisi lain, kata Hasto, saat ini di Kulonprogo banyak program yang harus dikerjakan. Kulonprogo baru mekar, banyak inisiasi program yang harus diselesaikan. "Kemudian, akan ada transformasi secara politik karena ada pemilihan legislatif. Dari sisi kepartaian ada penataan yang perlu disiapkan," katanya pula.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Harga emas Antam naik Rp18.000 menjadi Rp2.768.000 per gram. Simak harga lengkap 0,5 gram hingga 1.000 gram dan ketentuan pajaknya.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.
LPSK memberikan pelindungan kepada FH, saksi kasus Febrie Adriansyah, karena menilai ada potensi ancaman meski belum nyata.