59 Calhaj Embarkasi Solo Tertunda Berangkat karena Sakit
Sebanyak 59 calon haji dan pendamping di Embarkasi Solo tertunda berangkat ke Tanah Suci akibat masalah kesehatan dan masih menjalani pemulihan.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, di kediamanya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin(30/7).Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, pada Selasa (24/7) malam./Suara.com-Oke Dwi Atmaja
Harianjogja.com, JAKARTA - Kivlan Zen melontarkan pernyataan yang menyerang petinggi Partai Demokrat.
Mayjen (Purn) TNI Kivlan Zen menyerang Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dianggapnya licik. Mantan Kepala Staf Kostrad itu juga menyebut Wasekjen Demokrat Andi Arief sebagai ‘setan gundul.’
Kivlan menilai SBY dan Demokrat tak serius mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia mengaku mengenal baik SBY yang disebutnya sebagai anak didiknya di TNI.
"SBY enggak jelas kelaminnya. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tahu dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang di (Pilpres) tahun 2014," ujar Kivlan di sela unjuk rasa di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2019).
Kivlan menuding bahwa SBY tidak menginginkan ada jenderal lain selain dirinya jadi presiden. Menurut Kivlan, SBY bersaing dengan Prabowo.
"Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik,” ujar Kivlan.
Kivlan Zen juga menanggapi isu ‘setan gundul’ di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang diembuskan oleh Andi Arief. Andi Arief sebelumnya menyebut setan gundul itu yang memasok data ke Prabowo tentang kemenangan 62 persen.
"Dia yang setan gundul, Andi Arief setan gundul, dia yang setan. Masa kita dibilang setan gundul. Orang Demokrat enggak jelas kelaminnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Sebanyak 59 calon haji dan pendamping di Embarkasi Solo tertunda berangkat ke Tanah Suci akibat masalah kesehatan dan masih menjalani pemulihan.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.