Temuan 995 Senjata, Yayasan Sekolah Jaksel Minta Perlindungan KPAI
Yayasan sekolah di Jaksel meminta perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen terkait temuan 995 senjata, amunisi, dan barang lainnya.
Mendagri Tjahjo Kumolo seusai menghadiri rakornas ormas Rajatikam di BPSDM Regional Yogyakarta Kemendagri, Sabtu (1/12/2018). /Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membuka wacana penggunaan sistem pemilihan elektronik (e-voting) agar bisa diterapkan pada pemilu berikutnya.
"Mungkin salah satu yang perlu dicermati dalam 5 tahun ke depan adalah apakah sudah saatnya kita menggunakan e-voting," kata Tjahjo dalam Rapat Kerja Komite I DPD RI di kompleks DPD RI, Jakarta, Selasa (7/5/2019).
Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajukan sistem e-voting, dan sudah mengirimkan tim meninjau ke India dan Korea Selatan untuk melihat penggunaan sistem tersebut.
Menurut dia, India dengan penduduk hampir satu miliar jiwa mampu menggunakan sistem e-voting. "Namun, karena faktor geografis dan sambungan telekomunikasi membuat kita menunda pembahaan UU untuk bisa menggunakan e-voting," ujarnya.
Menurut dia, penggunaan sistem e-voting baru sebatas usulan sehingga belum dibahas secara perinci dengan pihak-pihak terkait.
Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn.) Teddy Lhaksmana dalam rapat bersama itu menilai penggunaan e-voting dapat menjamin penggunaan suara masyarakat dalam pemilu.
Namun, lanjut dia, perlu didukung infrastruktur yang kuat, termasuk jaringan internet, dan dapat diakses seluruh wilayah Indonesia.
"Pembangunan infrastruktur itu dengan mitra lokal tanpa campur tangan pihak asing sehingga melibatkan unsur dalam negeri, antara lain, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan BIN," ujarnya.
Hadir dalam Rapat Kerja bersama Komite I DPD RI itu, antara lain, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mendagri Tjhajo Kumolo, Wakil Kepala BIN Letjen (Purn.) Teddy Lhaksmana, Irjen Kemenkumham Jhonny Ginting, Asisten Khusus Jaksa Agung Asep Nana Mulyana, dan Asisten Umum Jaksa Agung Redha Mantovani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yayasan sekolah di Jaksel meminta perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen terkait temuan 995 senjata, amunisi, dan barang lainnya.
Polisi mendalami izin ekskul menembak dan penyimpanan 995 airsoft gun yang ditemukan di sekolah swasta Pondok Pinang, Jaksel.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Proyek Trans Sumatra dan Trans Kalimantan mulai dijajaki investor. Pemerintah belum menetapkan nilai investasi karena studi kelayakan masih berjalan.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab memperkuat pencegahan kebakaran lahan di tengah kemarau panjang, termasuk pemetaan wilayah rawan dan kesiapan personel.
PSSI memastikan Timnas Indonesia bisa menurunkan skuad terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Indonesia pada 23 September.