Seleksi PPPK Tahap Dua, Kemendikbud Akan Rekrut 150.000 Guru Honorer

Newswire
Newswire Minggu, 28 April 2019 16:47 WIB
 Seleksi PPPK Tahap Dua, Kemendikbud Akan Rekrut 150.000 Guru Honorer

Ilustrasi. /SOLOPOS-Ratna Puspita Dewi

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sudah menyiapkan kuota sebesar 150.000 guru honorer yang dapat direkrut melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Prioritas rekrutmen PPPK tahap dua adalah guru honorer K2 maupun nonkategori.

"Tahap satu kan hanya fokus guru honorer K2. Tahap dua ada guru honorer K2 dan nonkategori khusus yang masa pengabdian di atas 15 tahun," kata Mendikbud Muhadjir Effendy saat menghadiri acara Harmoni Bersama Masyarakat (HBM) di halaman kantor Kemendikbud, Jakarta, Minggu (28/4/2019).

Menurutnya, masalah guru honorer sudah mulai ditangani sejak 2018 lewat jalur PNS. Tahun 2019 diselesaikan lewat jalur PPPK untuk guru honorer K2 di atas 35 tahun.

"Kemarin kuotanya 150 ribu guru honorer yang akan kami rekrut, sayang tidak semua daerah mengusulkan karena takut akan membebani APBD. Padahal sesuai kesepakatan dengan Kemenkeu untuk guru honorer yang diangkat menjadi PPPK,”bebernya.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini berharap tahun 2019 ini juga bisa dibuka kembali jalur PPPK untuk guru honorer yang masa kerjanya di atas 15 tahun.

"Mudah-mudahan tahun ini akan kami buka lagi jalur PPPK yang terbuka tidak hanya untuk guru honorer K2 tapi juga guru honorer yang masa kerjanya di atas 15 tahun. Ini akan kami selesaikan secara bertahan. Insya Allah perkiraan saya 2023 akan selesai," jelasnya.

Masih kata Muhadjir, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) juga telah dilangsungkan dengan baik."79 persen untuk SMP, untuk SMA sudah 90 persen. SMP karena jumlahnya lebih banyak dari SMA,”pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online