Wamen Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Langgar Putusan MK dan Berpotensi Korupsi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai wakil menteri yang merangkap sebagai komisaris BUMN melanggar putusan MK
Prabowo Subianto seusai menunaikan Salat Jumat di Masjid Al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2019)./JIBI-Bisnis Indonesia-Sholahuddin Al Ayyubi
Harianjogja.com, JAKARTA - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mempertimbangkan penggunaan Ahmad di depan namanya. Nama tersebut diberikan oleh para ulama dan habaib agar lebih Islami.
Prabowo juga mengaku bingung apabila nama Ahmad itu disematkan di bagian depan namanya menjadi H. Ahmad Prabowo Subianto. Pasalnya, menurut Prabowo, jika disingkat menjadi APS, nama itu belum familiar di masyarakat.
"Saya oleh beberapa habaib diberi nama muslim yaitu Ahmad Prabowo Subianto, tapi masih saya pikirkan dulu. Bagaimana nanti disingkatnya," tutur Prabowo di sela-sela pidatonya di acara Perayaan Kemenangan Prabowo-Sandi di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Jumat (19/4).
Kendati demikian, Prabowo mengaku bersyukur telah diberikan penghargaan berupa nama Ahmad yang dalam bahasa Arab memiliki arti Terpuji oleh para ulama dan habaib pendukungnya di Pilpres 2019.
"Terima kasih kepada para habib dan ulama yang telah mendukung kita," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menilai wakil menteri yang merangkap sebagai komisaris BUMN melanggar putusan MK
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini dibuka di Alun-Alun Kidul dan drive thru Balai Kota Jogja. Cek syarat perpanjangan SIM terbaru.
Embarkasi haji berbasis hotel di YIA belum berdampak signifikan pada hotel dan wisata di Kulonprogo.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.