Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Prabowo Subianto-Joko Widodo. Olah foto (nuc)./JIBI-doc
Harianjogja.com, JAKARTA - Jokowi-Ma\'ruf Amin memenangi pemilihan presiden di Jawa Timur yang merupakan salah satu lumbung suara pemilih.
Hasil quick count Pilpres 2019 yang dirilis oleh Litbang Kompas pada Rabu 17 April 2019 hingga pukul 21.15 WIB menunjukkan, pasangan calon presiden dan wakil presiden 01 Joko Widodo-Ma\'ruf Amin meraih 64,65 persen suara, dan pasangan calon presiden dan wakil presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 35,35 persen di Jawa Timur.
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mengatakan, elite Nahdlatul Ulama (NU) seperti Saifulah Yusuf (Gus Ipul), Mahfud MD, dan Khofifah Indar Prawansa berhasil mengkonsolidasikan warga NU lewat bahasa yang identik dengan mereka, yakni ngaji kebangsaan.
"Kalau mau dekati suatu kaum maka harus paham bahasa kaum itu. Jawa Timur kan mayoritas NU semua. Jadi ngaji itu bahasa yang identik dengan Nahdiyin. Terbukti Jokowi-Ma\'ruf jadi menang besar, di Jatim" kata Ujang kepada wartawan, Kamis (18/4/2019).
Selain itu, Ujang mengaku, Nahdiyin terbukti patuh dengan tokoh-tokoh atau elite NU untuk mendukung Jokowi-Ma\'ruf di pilpres 2019. Nahdiyin disebut sudah sadar jika Jawa Timur adalah basis NU, dan wajib memenangkan calon yang dijagokan oleh organisasi bentukan Hasyim Asy\'ari tersebut.
"Ini poin penting untuk tokoh NU di Jatim seperti Mahfud MD, Khofifah, dan Gus Ipul, dan juga Gusdurian," kata Ujang.
Sebelumnya, Ketua PBNU Jatim Saifullah Yusuf mengatakan ada tiga hal yang membuat Jokowi menang. Bahkan, Gus Ipul sapaan akrabnya menyebut dari hasil quick count, perolehan suara Jokowi di Jatim mencapai 65 persen.
"Ada tiga hal yang buat Pak Jokowi menang, pertama karena kinerja Jokowi," kata Gus Ipul.
Sementara kedua, Gus Ipul menilai kemenangan Jokowi juga karena suara dari NU. Menurutnya, NU solid dalam memenangkan Jokowi lantaran melihat sosok Kiai Ma\'ruf Amin. "Yang kedua, NU Solid, karena pemersatunya Kiai Ma\'ruf," imbuhnya.
Untuk yang ketiga, Gus Ipul mengatakan di Jatim banyak tokoh lokal yang turut serta menghimpun suara untuk Jokowi.
"Ini juga karena kinerja tokoh lokal, siapa saja? banyak tokoh lokal, tapi tidak bisa saya sebutkan satu persatu," lanjut Gus Ipul.
Mengenai hasil Pilpres ini, Gus Ipul mengajak masyarakat untuk menghargai apapun hasilnya. Pasalnya, perolehan suara ini merupakan keputusan rakyat yang sudah berbondong-bondong ke TPS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Kemendag memfasilitasi 1.021 UMKM lewat business matching dengan nilai transaksi US$333,68 juta atau Rp5,95 triliun hingga Juli 2026.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi keduanya dalam mengembangkan potensi pariwisata desa berbasis komunitas.
OJK menunjuk Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS. Simak profil dan rekam jejaknya.
Polres Bantul mengungkap kecelakaan empat kendaraan di Jalan Jogja-Wonosari yang menewaskan pengemudi pikap.
Tarif Trans Jogja 2026 mulai Rp500 hingga Rp3.500. Simak cara pembayaran dan daftar 17 rute Trans Jogja lengkap di sini.