BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ketua KPPS 73 Demangan, Suradi (Keempat dari kanan) saat menyerahkan surat undangan pencoblosan atau C6 kepada Bupati Bantul Suharsono (keempat dari kiri), Sabtu (13/4/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul menyerahkan C6 atau surat pemberitahuan memilih ke rumah Bupati Bantul Suharsono, di Dusun Demangan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (13/4/2019). Penyerahan C6 tersebut untuk hanya tiga orang, sementara satu orang lainnya yang merupakan menantu Suharsono tidak terdaftar.
Suharsono akan menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan suara (TPS) 73 Bangunharjo, yang tidak jauh dari rumahnya. Selain untuk Suharsono C6 itu juga untuk Erna Kusmawati, istri Suharsono, dan Rama Harya Kusuma, anak kedua pasangan Suharsono dan Erna.
Sementara Della, istri Rama atau menantu Suharsono tidak mendapatkan C6. Suharsono tidak mengetahui menantunya belum terdaftar meski sudah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Bantul sejak setahun lalu.
"Ada tiga undangan mencoblos yang saya terima. Tapi Della menantu saya sudah memiliki KTP Bantul belum masuk DPT, engga dapat undangan, saya enggak tahu kenapa?" kata Suharsono.
Ia mengatakan menantunya memang bekerja di Semarang namun 1-2 minggu sekali pulang ke rumah. "Rumahnya itu di sebelah satu lokasi dengan saya," ujar Suharsono.
Kendati demikian pensiunan Polri berangkat Komisaris Besar ini mengaku menantunya masih bisa menggunakan hak suaranya melalui layanan daftar pemilih khusus (DPK). Sementara anak pertamanya Angga Harya Kusuma tidak bisa menggunakan hak suara karena berstatus sebagai polisi yang bertugas di Tangerang.
Suharsono memastikan dalam pemilu 17 April nanti dirinya dan keluarga akan menggunakan hak suara di TPS 73. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak suaranya alias tidak golput atau golongan putih. Menurut dia masyarakat harus memilih calon yang dianggap terbaik. "Tidak ada alasan untuk Golput," kata dia.Soal pilihan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.
Sementara itu Ketua KPU Bantul, Didik Joko Nugroho tidak menampik jika masih ada warga Bantul yang tidak masuk DPT dan sudah memiliki KTP. Dalam kasus tersebut, pemilih memungkinkan untuk mencoblos di lokasi yang sesuai dengan alamat yang tercantum dalam KTP. Hanya batas waktunya pukul 12.00-13.00 WIB atau setelah DPT memilih.
"Warga yang tidak masuk DPT bisa memilih dengan membawa KTP dan memilih di TPS sesuai alamat KTP," kata Didik.
Pemilih kategori DPK, kata dia, bebas memilih TPS asalkan masih dalam satu desa, namun tetap harus berkoordinasi dengan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Berbeda dengan daftar pemilih tambahan (DPTb), DPK bisa memilih TPS sesuai ketersediaan surat suara. Sementara DPTb tidak bisa. Pemilih yang sudah tercatat di TPS tertentu harus memilih di TPS tersebut dan jika kekurangan surat suara maka petugas KPPS yang mencarikan.
Anggota KPU Bantul, Mestri Widodo mengatakan surat suara pemilu sudah dikemas per TPS dan akan mulai didistribusikan pada Minggu (14/4/2019) dengan perioritas TPS di wilayah terjauh dari kota, di antaranya Kecamatan Dlingo, Piyungan, Sedayu, dan Banguntapan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.