Gelar Razia, Dishub Sragen Panen Truk yang Melanggar
Dinas Perhubungan Sragen langsung menindaklanjuti aduan warga Kecamatan Sambirejo soal banyaknya truk bermuatan berat yang melintasi wilayah mereka.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menggelar jumpa pers terkait pidato Capres Prabowo Subianto di Kantor Dinas Bupati Sragen, Selasa (15/1/2019). (Solopos/Tri Rahayu)
Harianjogja.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menerima laporan jumlah rekening sekolah untuk SD dan SMP yang mencapai 2.000 rekening bank. Padahal jumlah SD negeri se-Sragen hanya 535 sekolah dan SMP negeri 49 sekolah.
Atas dasar itu, Bupati akan menertibkan rekening bank itu dengan ketentuan satu sekolah satu rekening. Temuan Bupati itu terungkap dalam pembinaan aparatur sipil Negara (ASN) di Gedung PGRI Karangmalang, Sragen, yang dihadiri 650 orang kepala sekolah se-Kabupaten Sragen, Jumat (12/4/2019).
Yuni, sapaan akrabnya, menyampaikan ke depan tidak ada lagi rekening pribadi kepala sekolah yang digunakan untuk menerima dana sekolah. “Masa rekening bank di sekolah sampai 2.000 rekening. Jumlah sekolahnya saja SD sekitar 500 sekolah dan SMP hanya 50 sekolah. Temuan 2.000 rekening itu muncul di pemeriksaan. Inilah realitanya,” ujarnya.
Pemeriksaan yang dimaksud Yuni merupakan pemeriksaan awal oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Yuni menyatakan rekening gemuk itu harus ditertibkan dan semua rekening yang digunakan sekolah harus ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Sragen. Dia menginginkan satu sekolah satu rekening bank.
“Kalau sekolah mau menghendaki memiliki 2-3 rekening harus dibicarakan lebih lanjut tetapi dengan syarat semua rekening bank itu harus aktif dan harus ada SK Bupatinya,” katanya.
Selain itu, Yuni juga menekankan kepada seluruh kepala sekolah agar pelaporan dana bantuan operasional sekolah (BOS) juga harus tertib seperti dalam postur APBD.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto menjelaskan pelaporan dana BOS itu harus diperinci penggunaannya untuk belanja langsung dan belanja tidak langsung, belanja barang atau jasa, bukan pemasukan dan pengeluaran.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi, mengatakan penertiban pelaporan BOS sudah dilakukan secara bertahap. Dia mengakui tidak mudah mengurus satuan pendidikan yang jumlahnya banyak. Selain itu juga butuh waktu.
Kabid SMP Disdikbud Sragen, Prihantomo, mengatakan setiap sekolah memang memiliki rekening bank lebih dari satu karena digunakan untuk penerimaan BOS dan bantuan lainnya. Dia mengatakan setidaknya satu sekolah minimal ada dua rekening sehingga jumlahnya sampai 2.000 rekening.
Selain itu, jumlah rekening sampai 2.000 rekening itu disebabkan adanya peralihan rekening sehingga rekening lama masih terdaftar. “Rekening lama itu belum ditutup. Padahal rekening lama itu sudah tidak aktif dan mungkin tidak ada saldonya. Selama ini sering kali ada perbedaan dalam pelaporan antarrekening karena adanya bunga bank. Nah, ke depan bunga bank dihilangkan sehingga laporannya bisa sama dengan pembukuan,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Dinas Perhubungan Sragen langsung menindaklanjuti aduan warga Kecamatan Sambirejo soal banyaknya truk bermuatan berat yang melintasi wilayah mereka.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Trump dan Xi Jinping sepakat stabilkan hubungan AS-China, termasuk pembelian 200 pesawat Boeing dan kerja sama perdagangan strategis.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik