Prabowo Panggil 80 Putra-Putri Terbaik Bangsa, Ini Penjelasan Sandiaga

Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani Kamis, 11 April 2019 09:47 WIB
Prabowo Panggil 80 Putra-Putri Terbaik Bangsa, Ini Penjelasan Sandiaga

Pendukung mengenakan topeng pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saat mengikuti kampanye terbuka di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/4/2019)./Antara

Harianjogja.com, JAKARTA--Prabowo Subianto berencana mengundang 80 putra-putri terbaik bangsa pada pidato kebangsaan pada 12 April mendatang. Menanggapi itu, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno pun menampik jika rencana itu bukan untuk mengumumkan nama-nama anggota kabinet jika Prabowo-Sandi terpilih memimpin Indonesia.

"Ya ini, sedikit cerita tentang 12 April. Prabowo ingin pidato kebangsaan sebagai rangkaian akhir pamungkas dari proses [kampanye] tujuh bulan. Nanti ada putra putri terbaik bangsa yang akan ikut dampingi dan namanya sudah dikenal, sudah sering menjadi sebuah inspirasi bagi bangsa dan punya prestasi semuanya," katanya di FX Sudirman, Rabu malam (10/4/2019).

Meski demikian, dia menampik bahwa kegiatan tersebut merupakan niat Prabowo untuk mengumumkan orang-orang yang akan membantunya jika pasangan calon nomor 02 berhasil memenangkan Pilpres 2019.

Pasalnya, pidato kebangsaan yang akan dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur tersebut memperkenalkan orang-orang di balik layar yang membantu kampanye Prabowo-Sandi dalam tujuh bulan terakhir.

"Ini bukan pengumuman kabinet. Kami ingin mengucapkan terima kasih kpd mereka dan memberikan suatu penghargaan bahwa mereka adalah putra putri yang mencintai bangsa yang lepas daripada warna politiknya," jelasnya.

Ucapan Sandi bertolak belakang dengan pernyataan Direktur Materi Debat Badan Pemenangan Nasional Sudirman Said.

Sudirman Said justru mengungkapkan 80 orang tersebut akan diperkenalkan sebagai menteri dan para pembantu apabila Prabowo memenangkan Pilpres 2019 dan terpilih sebagai Presiden RI 2019-2024.

Dari 80 orang tersebut, sebanyak 34 akan menduduki posisi menteri. Sementara itu, sisanya diproyeksikan untuk menempati jabatan kepala lembaga negara bahkan pimpinan BUMN.

Pasalnya, BPN perlu orang-orang yang juga duduk di legislatif, yudikatif, dan lembaga penegak hukum.

"Kita bicara posisi kabinet tapi keseluruhan. Punya 3.000 orang aja gak cukup. Nanti [akan diumumkan] di Surabaya tanggal 12. Pak Prabowo akan pidato dan menjelaskan itu," ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online