Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kampanye Prabowo Subianto di Stadion Kridosono, Kota Jogja, Senin (8/4/2019)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Ribuan orang dengan dresscode putih memadati Stadion Kridosono, dalam kampanye calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, Senin (8/4/2019).
Dalam orasinya, Prabowo menyampaikan pemerintah kerap mempertentangkan Islam dan nasionalisme, padahal menurutnya negara Indonesia bisa berdiri juga atas perjuangan orang islam.
Ia juga memperingatkan media-media yang meliput, terutama yang berseberangan dengan dirinya. Menurutnya media-media datang bukan untuk meliput, melainkan menunggu dirinya melakukan kesalahan.
Prabowo mengungkapkan ia muak dibohongi oleh pemerintah. Ia menyebutkan ribuan aset milik rakyat dirampok. “BUMN kebanggaan rakyat, Garuda, Pertamina, PLN, semua dirampok,” katanya.
Prabowo juga menyebut elite-elite di Jakarta sebagai bajingan. “Ibu Pertiwi sedang diperkosa. Rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang elite di Jakarta seenaknya merusak negara ini. Mereka adalah, boleh enggak saya bicara agak keras di sini? Tinggal 10 hari lagi nih. Mereka adalah bajingan-bajingan.”
Dalam kampanye ini hadir massa dari Gunungkidul, yang melakukan perjalanan tanpa kendaraan sejak malam sebelumnya. Massa ini berjumlah 100 orang, dengan rincian 95 laki-laki dan 5 perempuan. Mereka berangkat dari rumah pukul 9.00 malam dan tiba pagi sekitar pukul 7.00.
Rombongan dari Gunungkidul ini diberi kesempatan untuk naik panggung dan bertemu langsung Prabowo. Di situ, mereka memberi Prabowo hasil bumi berupa ketela sebagai tanda dukungan mereka. “Kami bukan cari sensasi, tetapi cari presiden yang berpihak pada rakyat,” kata salah satu perwakilan rombongan itu.
*Berita ini telah dikoreksi pada pukul 20.45 WIB karena ada kesalahan penyebutan nomor urut calon presiden.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.