Komisi D DPRD Jogja Soroti Gedung Arsip dan Angkringan Literasi
Komisi D DPRD Kota Jogja mengawal anggaran DPK 2027, termasuk rencana gedung arsip, digitalisasi naskah kuno, diorama, dan angkringan literasi.
KTT BRICS ke-18 di India mempertemukan 11 negara anggota di tengah konflik AS-Iran dan Rusia-Ukraina yang berdampak pada ekonomi global. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Para pemimpin negara anggota BRICS berkumpul di New Delhi, India, Sabtu (12/9), saat konflik Amerika Serikat (AS)-Iran memasuki bulan ketujuh dan perang Rusia-Ukraina memasuki tahun kelima.
KTT BRICS ke-18 berlangsung di tengah tekanan ekonomi global yang semakin luas akibat konflik AS-Iran. Perang tersebut telah memicu krisis energi sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan energi, perdagangan, dan inflasi.
Sehari sebelum pertemuan berlangsung, Perdana Menteri India Narendra Modi berharap KTT BRICS dapat menghasilkan pembahasan yang positif dan bermakna.
China juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan negara-negara anggota BRICS lainnya. Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong dialog dan negosiasi dalam menyelesaikan perbedaan serta menjaga perdamaian dan stabilitas di tingkat regional maupun global.
KTT ke-18 BRICS mempertemukan para pemimpin dan pejabat senior dari 11 negara anggota. Kelompok tersebut awalnya terdiri atas Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan yang menjadi asal nama BRICS.
Keanggotaan BRICS kemudian bertambah dengan masuknya Mesir, Ethiopia, Indonesia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Pada hari pertama KTT, para pemimpin mengikuti sesi tertutup khusus negara anggota BRICS dengan tema “Tata Kelola Global Inklusif dan Penguatan Multilateralisme”.
Agenda lainnya meliputi kunjungan ke pameran Bharat Innovates, upacara penanaman pohon, serta jamuan makan malam yang diselenggarakan Modi.
Sejumlah pemimpin negara yang hadir antara lain Presiden China Xi Jinping, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.
Presiden Indonesia Prabowo Subianto juga hadir dalam KTT tersebut. Selain itu, hadir Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali serta Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan.
Brasil diwakili Menteri Luar Negeri Mauro Vieira. Sementara itu, Arab Saudi diwakili Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.
Sepuluh Negara Mitra BRICS
Selain 11 negara anggota, BRICS telah menerima sejumlah negara mitra dalam kerangka kerja sama kelompok tersebut.
Negara-negara mitra itu meliputi Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.
Pada hari kedua KTT, para pemimpin dijadwalkan mengikuti sesi terbuka bertajuk “Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan: Membentuk Masa Depan untuk Pertumbuhan Global yang Inklusif.”
Para pemimpin BRICS diperkirakan juga akan mengeluarkan pernyataan bersama setelah rangkaian pertemuan tersebut.
Berdasarkan data yang dikutip BRICS, kelompok tersebut kini mewakili sekitar 49,5 persen populasi dunia, 40 persen produk domestik bruto (PDB) global, serta 26 persen perdagangan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi D DPRD Kota Jogja mengawal anggaran DPK 2027, termasuk rencana gedung arsip, digitalisasi naskah kuno, diorama, dan angkringan literasi.
IHSG ditutup menguat 0,31% ke 5.282,31 mengikuti bursa Asia. Saham kesehatan memimpin kenaikan, sedangkan sektor infrastruktur melemah.
Gunungkidul menjadi percontohan nasional PPKH dengan penguatan layanan kesehatan jiwa, dukungan keluarga, pendidikan, dan olahraga.
Polresta Sleman mengungkap dugaan perakitan senjata api ilegal di Turi dan mengamankan dua tersangka serta sejumlah senjata dan amunisi.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mundur dari Hylo Open 2026 setelah Daniel mengalami nyeri lutut kiri saat latihan.
KPK menggeledah kantor Bea Cukai Kudus dan PT Djarum dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi importasi barang.