Dari Jogja, Tidar Siapkan Calon Pemimpin Muda untuk 2029
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Presiden Prabowo
Harianjogja.com, NEW DELHI—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan perubahan posisi Indonesia dari negara pengimpor menjadi pengekspor pangan sebagai salah satu bentuk penguatan kapasitas nasional yang dapat memberi kontribusi bagi dunia.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo ketika menghadiri sesi pertemuan bertema “Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, Republik India, Minggu, 13 September 2026.
Di hadapan para pemimpin BRICS, Prabowo mengatakan Indonesia selama bertahun-tahun menjadi salah satu importir utama berbagai komoditas pangan. Kondisi tersebut kini berubah seiring meningkatnya kemampuan produksi dalam negeri.
“Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Prabowo, perubahan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi kapasitas melalui pembangunan dan penguatan kemampuan nasional. Ia meyakini negara-negara BRICS juga memiliki potensi serupa apabila kekuatan yang dimiliki masing-masing negara dapat dihubungkan dan dioptimalkan bersama.
Presiden menilai tantangan global yang saling berkaitan tidak semestinya hanya dilihat sebagai hambatan. Melalui kerja sama yang kuat, tantangan tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan investasi, memperkuat industri, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, sekaligus membuka kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat.
“Bersama-sama kita dapat mengubah tantangan-tantangan yang saling terkait ini menjadi peluang untuk investasi yang lebih besar, industri yang lebih kuat, dan lebih banyak lapangan kerja serta peluang yang lebih baik bagi rakyat kita. Pertumbuhan yang menjangkau jutaan rakyat kita akan membuat bangsa kita lebih tangguh,” tutur Presiden.
Pertumbuhan Harus Dirasakan Masyarakat
Prabowo menekankan ketangguhan sebuah negara berkaitan erat dengan sejauh mana manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan masyarakat secara luas. Karena itu, pembangunan yang inklusif dan inovasi dinilai menjadi elemen penting untuk mengubah kekuatan kolektif menjadi kapasitas yang lebih besar.
“Hal itu hanya dapat dicapai ketika pembangunan bersifat inklusif dan, jika dipadukan dengan inovasi, kekuatan kolektif kita dapat menjadi kekuatan yang dahsyat, mengubah kelangkaan menjadi kapasitas,” lanjut Presiden.
Dalam kerangka BRICS, Kepala Negara melihat negara-negara anggota telah memiliki modal yang besar. Modal tersebut mencakup sumber daya, kapasitas produksi, serta kekuatan ekonomi yang saling melengkapi.
Menurut Prabowo, berbagai potensi tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperkuat posisi BRICS dalam rantai nilai global. Penguatan itu dapat dilakukan dengan menghubungkan sekaligus mengoptimalkan kapasitas yang telah dimiliki masing-masing negara anggota.
“BRICS sudah menjadi rantai pasokan. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya sehingga kekuatan yang ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua,” ungkap Presiden.
Prabowo Tawarkan Industrialisasi Bersama
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Prabowo menyampaikan tawaran konkret kepada para pemimpin BRICS. Presiden mendorong negara-negara anggota untuk melakukan industrialisasi bersama.
Langkah tersebut, menurut Prabowo, dapat menjadi cara untuk mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang dimiliki secara bersama sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.
“Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama,” tegas Presiden Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Keluarga korban Kapal Virgo Transport 8 menanti kabar di Surabaya. Ada yang masih mencari anggota keluarga, ada pula yang mendapat kabar selamat.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.
Riyanda selamat dari tenggelamnya Virgo Transport 8 setelah berpegangan tripleks selama terombang-ambing di Laut Jawa.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Kontes nasional kambing Kaligesing di Kulon Progo diikuti 300 peserta. Ternak unggul disebut bernilai hingga ratusan juta rupiah.