Paus yang Dikira Bunting Mati Terdampar, Ternyata Isi Perutnya Ini...

Chelin Indra Sushmita
Chelin Indra Sushmita Rabu, 03 April 2019 16:37 WIB
Paus yang Dikira Bunting Mati Terdampar, Ternyata Isi Perutnya Ini...

Paus mati dengan 22 kilogram plastik di perut (Cnn.com)

Harianjogja.com, ROMA--Seekor paus yang awalnya diduga sedang bunting ditemukan mati terdampar di pesisir pantai Sardinia, Italia. Ironisnya, di dalam perutnya ternyata ditemukan sekitar 22 kilogram sampah plastik.

Dikutip dari CNN, Rabu (3/4/2019), paus itu ditemukan akhir pekan lalu. Paus terdampar di bebatuan tepi pantai oleh penjaga resort pribadi di Cala Romantica, dekat Kota Porto Cervo. Dia memanggil pemadam kebakaran untuk membantu mengevakuasi paus tersebut.

Setelah diangkat ke darat, paus tersebut dibedah perutnya oleh tim dokter. Mereka terkejut melihat ikan paus itu ternyata bukan sedang bunting. Namun, janinnya tidak berkembang karena di dalam perutnya dipenuhi plastik.

Ada jaring nelayan, terpal, kantung plastik hitam, bungkus deterjen, hingga berbagai plastik kemasan lain yang beratnya mencapai 22 kilogram. Semua sampah itu tertimbun di dalam perut paus sepanjang delapan meter itu.

Sepertiga isi perut paus itu berisi sisa makanan yang dikonsumsinya. Kondisi paus tersebut menunjukkan pencemaran laut sudah sangat memprihatinkan. “Sangat dramatis menemukan paus mati dalam kondisi seperti ini. Kami sangat sedih. Saat membuka perutnya, kami menemukan plastik yang sangat banyak. Ini sungguh sangat menyedihkan,” terang salah satu anggota tim dokter, Mattia Leone, seperti dikutip dari Telegraph.

Menurut data World Wide Fund for Nature (WWF) 2018, sekitar 95 persen sampah plastik mengapung di Laut Mediterania. Jumlah sampah plastik lebih banyak tersembunyi dalam fragmen atau yang bisa disebut dengan istilah mikroplastik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : solopos.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online