Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Masjid Al Noor di Deans Avenue Christchurch Selandia Baru diambil pada 2014/REUTERS
Harianjogja.com, JAKARTA—Serangan bersenjata dua masjid di kota Christchurch selama salat Jumat (15/3/2019) menimbulkan korban jiwa yang terus bertambah hingga data terakhir 49 orang.
Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan bahwa seorang pria telah didakwa atas penembakan itu. Dia juga mengutuk pelaku sebagai seorang teroris.
Berbicara kepada publik, Ardern mengatakan bahwa Selandia Baru telah ditempatkan pada tingkat ancaman keamanan tertinggi.
"Jelas bahwa ini sekarang hanya dapat digambarkan sebagai serangan teroris," katanya sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (15/3). Arden pun mengatakan bahwa serangan tersebut telah direncanakan dengan baik.
Kedua masjid tempat serangan tersebut berlokasi di Deans Avenue dan Linford Avenue.
Sebanyak 48 pasien dengan luka tembak sedang dirawat di Rumah Sakit Christchurch, kata CEO Dewan Kesehatan Distrik Canterbury David Meates.
Para pasien, termasuk anak-anak, mengalami cedera mulai dari kritis hingga ringan, katanya dalam rilis media.
Warga negara Australia, yang digambarkan oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison sebagai "teroris" sayap kanan, termasuk di antara mereka yang ditahan.
"Kami berdiri di sini dan mengutuk, benar-benar serangan yang terjadi hari ini oleh seorang teroris ekstremis, sayap kanan, dan kejam," kata Morrison pada konferensi pers.
Sedangkan Komisioner polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan bahwa sebanyak 41 orang tewas di satu masjid, tujuh lainnya dan satu orang tewas di rumah sakit. Dia juga mengatakan serangan itu sebagai "peristiwa yang sangat terencana".
Dia sebelumnya memperingatkan para jamaah untuk tidak mengunjungi masjid di mana pun di Selandia Baru.
Seorang saksi mengatakan bahwa dia sedang berdoa di masjid Deans Ave ketika dia mendengar tembakan dan melihat istrinya terbaring mati di trotoar di luar ketika dia melarikan diri.
Seorang pria lain mengatakan dia melihat anak-anak ditembaki. "Ada mayat sekeliling tubuhku," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.