Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Presiden Joko Widodo di Banten. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA--Kartu prakerja Jokowi untuk pengangguran dinilai akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan akan menimbulkan masalah baru.
Pengamat Politik Igor Dirgantara mengatakan kartu prakerja yang ditawarkan oleh Jokowi - Maruf Amin dinilai akan menimbulkan masalah baru seperti membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional.
"Misalnya Kartu Prakerja dari Jokowi, saya bisa mengkritik itu akan membebani APBN, bisa menambah utang, itu bisa disingkat UMP itu Upah Minimum Pengangguran, ya hal-hal seperti itu lah," kata Igor di Bakoel Koffiee, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/3/2019).
Direktur lembaga Survey & Polling Indonesia (SPIN) itu menambahkan rencana kartu prakerja yang ditawarkan Jokowi harus dijelaskan lebih rinci agar masyarakat segera mengetahui hal teknis penggunaan kartu tersebut.
"Perlu dipikirkan lebih lanjut, apalagi itu nanti jika ditentukan oleh departemen tenaga kerja, setelah bekerja dicabut dan diberi keterampilan dulu," jelasnya.
Sebelumnya Jokowi menjanjikan tiga kartu sakti baru saat pidato di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). Salah satunya kartu untuk pengangguran. Ketiga kartu baru tersebut adalah Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja.
KIP Kuliah akan ditujukan untuk membantu biaya pendidikan anak Indonesia hingga ke tingkat perguruan tinggi. Kartu ini adalah pembaruan dari KIP yang selama ini sudah digunakan hingga tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Kartu kedua adalah Kartu Sembako Murah yang ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga agar semua rakyat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dapurnya. Ketiga adalah Kartu Pra Kerja, kartu ini ditujukan untuk memfasilitasi pelatihan bagi para pencari kerja.
Ketiga kartu ini disebut Jokowi akan melengkapi tiga kartu sebelumnya yang sudah dijalankan, antara lain Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Delapan gerai KDMP Bantul telah diverifikasi. Hasil pemeriksaan akan menjadi bahan laporan tim dan review BPKP terkait pembangunan.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.