Mensos: 45 Persen Data Penerima PKH dan Sembako Tak Tepat Sasaran
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Presiden Joko Widodo menyambangi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, di Hambalang, Bogor./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA-- Debat kedua Capres-Cawapres Pemilu 2019 selesai digelar Minggu (17/2/2019). Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik menilai kedua capres, yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sama-sama menunjukkan kegagalan saat debat kedua Pemilihan Presiden 2019 pada Minggu (17/2/2019).
Jokowi disebut gagal menampilkan sosok yang pintar dan Prabowo gagal menunjukkan kebohongan Jokowi.
Pada saat debat berlangsung, Rachland menilai Jokowi berusaha keras untuk tampak terlihat pintar dengan memaparkan sejumlah data dan terlihat sangar.
"Dalam konteks itulah orang bisa bicara bahwa pak Jokowi mengkritik urusan privat orang. Sehingga dianggap melanggar tata krama atau aturan debat," kata Rachland dalam diskusi berjudul \'Salah Data Yang Bikin Sesat\' di Prabowo - Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2019).
Menurut Rachland penampilan Jokowi bukan sebagai capres, melainkan sebagai pemimpin yang sedang menunjukkan kekuasaanya.
"Malam itu beda, dia kelihatan sebagai orang yang berkuasa. Jokowi bukan lagi bagian dari kita. Kelihatan sebagai orang yang berkuasa yang berusaha menjatuhkan lawan agar berkuasa kembali. Itu sangat obvious," kata dia.
Di sisi lain, Rachland juga mengkritik soal performa Ketua Umum Partai Gerindra saat debat. Rachland menilai kalau Prabowo telah gagal menjawab segala serangan yang dilakukan Jokowi.
"Pak Prabowo gagal menunjukkan bolong-bolong, bohong-bohong dalam pernyataan Pak Jokowi. Atau bukan gagal, dia tidak mau menaikkan gagasan-gagasannya itu. Untungnya, masyarakat di luar menunjukkan bohong-bohong pernyataan pak Jokowi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Telkom membukukan pendapatan Rp113,5 triliun hingga September 2026, tumbuh 3,5% secara tahunan, didukung pertumbuhan bisnis data dan infrastruktur digital.
Realisasi pembangunan fisik Bantul baru 69,40% hingga Triwulan III 2026. DPRD meminta Pemkab mempercepat proyek infrastruktur, terutama perbaikan jalan.
BMKG tidak mendeteksi hujan saat bongkahan es merusak rumah di Pandak, Bantul. Asal-usul fenomena tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.