Mensos: 45 Persen Data Penerima PKH dan Sembako Tak Tepat Sasaran
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Ilustrasi kebakaran./Reuters
Harianjogja.com, SEMARANG--Pelaku teror pembakaran kendaraan bermotor yang terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah semakin nekat. Pelaku misterius yang masih berkeliaran itu kembali beraksi membakar sepeda motor milik warga pada Sabtu (16/2/2019) pagi sekitar pukul 09.50 WIB.
Aksi pembakaran itu terjadi di Jalan Prambanan Timur IV RT 4, RW 11, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Pelaku teror membakar dua sepeda motor milik warga. Aksi teror di siang bolong itu sontak membuat kaget warga komplek perumahan yang berada pas di belakang Kantor Kelurahan Kalipancur. Dua motor terbakar itu milik penghuni rumah indekost milik Haji Surat, yang terparkir di halaman teras rumah.
"Posisi saya pas duduk hadap rumah kost itu, kok ada pletik-pletik api, saya lihat sudah besar api, terus saya panggil yang punya rumah," kata Mbah Timan, pemilik warung makan.
Terbakarnya dua motor itu cukup membuat heran warga. Pasalnya, selain terbilang masih pagi, dua akses pintu masuk ke komplek pun dijaga sekuriti cukup ketat. Bahkan lokasi kejadian berada di depan warung makan yang ramai.
Saat pemilik rumah keluar melihat kondisi, lanjut Mbah Timan, pemilik rumah justru lari ke bagian belakang lantara mengira yang terbakar adalah dapur rumah dan indekosnya. "Warga dan penghuni kos ramai ikut memadamkan api, suami saya ikut memadamkan pakai air bilasan warung biar cepat karena pemilik rumah malah lari ke dapur," katanya.
Berselang 15 menit api berhasil dipadamkan, teronggok dua kendaran jenis Honda Vario dan Honda Mega Pro yang ludes bagian jok, body mesin, body samping, roda belakang, spakbord depan dan knalpot.
Mbah Timan menambahkan, suasana lingkungan komplek saat siang hari terbilang sepi dan akan ramai pada sore hari karena warga dan penghuni kost pulang dari kerja. "Enggak ada yang lewat depan sini, kondisi sepi, itu pagar juga tertutup," ucapnya.
Salah satu penghuni kos, Awan mengaku kaget dengan kabakaran motor di tempat kosnya. Saat itu dia dalam keadaan masih tidur dan tiba-tiba pemilik rumah teriak kebakaran. "Saya masih tidur karena kerja siang, jam 9 an ibu kos teriak kebakaran, saya kaget lalu bangun dan ikut memadamkan," ujarnya.
Saat ini, dua motor tersebut telah diamankan polisi dengan diberi garis pengaman serta ditutup mantel. Tim Inafis Polrestabes Semarang berserta Polsek Ngaliyan masih menyelidiki kejadian pembakaran yang dilakukan pelaku misterius tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Realisasi pembangunan fisik Bantul baru 69,40% hingga Triwulan III 2026. DPRD meminta Pemkab mempercepat proyek infrastruktur, terutama perbaikan jalan.
BMKG tidak mendeteksi hujan saat bongkahan es merusak rumah di Pandak, Bantul. Asal-usul fenomena tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.
Bahlil Lahadalia melarang ekspor SDA Indonesia transit di negara lain. Ia meminta pengiriman LNG dan mineral langsung ke negara tujuan.