Labuan Bajo Tetap Aman Pascagempa M 7,7, Wisata Beroperasi Normal
Pemkab Manggarai Barat memastikan Labuan Bajo tetap aman dikunjungi pascagempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 986 wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Ilustrasi hoaks./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA - Minat membaca orang Indonesia dinilai rendah. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pernah mengungkapkan, bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, artinya dari 1000 orang Indonesia, hanya satu yang rajin membaca.
Kondisi itu yang membuat The Writters, kumpulan para penulis, mengadakan seminar ‘Meet The Writters’ (Sebelum Mati Buatlah Minimal Satu Buku) yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (13/2/2019).
Diungkapkan Maman Suherman, penggagas ‘Meet The Writters’, kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan minat baca orang. Sebab, menurut pria yang akrab disapa Kang Maman, kondisi masyarakat Indonesia terhadap minat baca sangat memprihatinkan.
“Acara ini bertujuan untuk mengajak orang bersemangat menulis buku. Ini sebuah lompatan, karena jika orang semangat menulis buku itu berarti mengajak orang membaca.” kata pria yang hangat disapa Kang Maman, saat ditemui pewarta di Hotel Sultan, Rabu (13/2/2019).
Melihat situasi sekarang dimana teknologi semakin berkembang, tentunya membawa dampak terhadap masyarakat. Ironinya, selain menurunnya tingkat membaca dan menulis, masyarakat mudah percaya dengan sesuatu yang belum tentu benar.
“Orang lebih percaya kepada sesuatu yang bukan fakta. Apa yang didengar langsung disebar. Nah, kalau orang punya semangat membaca dan menulis, pasti dia tidak akan mudah terpengaruh hal-hal yang bisa jadi bukan sebuah fakta, atau bahkan mencampur adukan antara opini dengan fakta. Itu berbahaya.” jelas Kang Maman.
Terkait dengan berkembangnya teknologi, generasi muda Indonesia sekarang kian mendapat kemudahan dalam banyak hal. Segala sesuatu dapat dengan mudah dijangkau. Jika teknologi digunakan untuk hal positif maka akan berdampak baik, pun sebaliknya, akan menjadi senjata ‘pemusnah’ jika digunakan untuk hal yang negative.
Chicha Koeswoyo, mantan penyanyi cilik yang juga menjadi moderator dalam kegiatan The Writters mengatakan, seseorang dalam menerima sebuah informasi janganlah langsung reaktif. Chicha mengimbau kepada masyarakat khususnya generasi milenial agar menggunakan teknologi dengan baik.
“Iya, generasi jaman sekarang sudah enak, teknologi sudah canggih. Tapi dalam menerima informasi, sebaiknya jangan langsung reaktif. Harus bisa memilah mana berita hoax mana yang fakta.” tutur Chicha yang juga mencalonkan diri legislatif 2019
Caleg DPR RI dapil 1 Jakarta Timur ini menyemangati masyarakat untuk menulis, Chicha berharap generasi milenial bisa memanfaatkan teknologi untuk berkarya.
==
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pemkab Manggarai Barat memastikan Labuan Bajo tetap aman dikunjungi pascagempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 986 wisatawan berhasil dievakuasi dengan selamat.
Dompet Dhuafa mengerahkan tim medis dan membuka Pos Hangat untuk membantu penyintas gempa NTT M7,7 di Maumere dan Manggarai Timur.
Gempa susulan M5,2 mengguncang NTT Minggu pagi. BMKG mencatat 235 gempa susulan dan meminta masyarakat tetap waspada.
Bayern Muenchen juara Telekom Cup setelah menang 3-1 atas Leipzig. Jamal Musiala sempat pingsan setelah mencetak gol.
Polri menyiapkan 260 personel untuk menangani dampak gempa Flores M7,7, termasuk evakuasi, SAR, kesehatan, dan identifikasi korban.
Gempa M6,2 mengguncang Parigi Moutong dan terasa di Palu. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami. Gempa M6,3 juga mengguncang Simalungun.