Dewan Pers Desak RI Bebaskan Jurnalis yang Ditahan Israel
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Ilustrasi BPJS Kesehatan./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak pernah telat menyuntikan dana untuk BPJS guna membayarkan klaim rumah sakit yang menjadi rekanan. Jokowi menyebutkan, di awal Februari 2019 ini saja pemerintah telah menyuntikan dana sebesar Rp 6,38 triliun.
"Awal Februari lalu sudah kita kirim Rp 6,38 triliun. Jangan dipikir pemerintah itu telat. Ndak, Rp6,38 triliun sudah dikirimkan ke BPJS," ujar Jokowi dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional Kesehatan Nasional Tahun 2019 di Nusantara Hall ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (12/2/2019).
Kemudian kata Jokowi, pemerintah akan kembali menyuntikan dana kepada BPJS Kesehatan sebesar Rp 2,1 triliun. Pada awal April 2019 mendatang, sekitar Rp6,3 triliun pun akan digelontorkan pemerintah kepada BPJS Kesehatan.
"Tapi melalui audit BPKP. Ya diaudit dulu masa langsung kiram kirim, kiram kirim. Enak banget. Audit BPKP, tapi kurang lebih angkanya itu," katanya.
Karena itu, ia menegaskan, pemerintah tak lalai dalam membayarkan iuran PBI (Penerima Bantuan Iuran). Sebab pemerintah selama ini telah disiplin dalam membayar iuran PBI.
"Jangan sampai kewajiban pemerintah dianggap lalai. Ndak. PBI tuh tidak pernah namanya terlambat. Dan tadi sudah disampaikan pemerintah disiplin membayar iuran PBI. Dibayar di depan. Karena saya tahu bahwa sumber defisit terbesar di BPJS ini berasal dari pekerja informal, kemudian disusul yang bukan pekerja," ucapnya.
Lebih lanjut, Jokowi memastikan bahwa pemerintah berkomitmen terus membantu menyehatkan pengelolaan BPJS Kesehatan.
"Pemerintah akan terus membantu menyehatkan dalam pengelolaan BPJS Kesehatan kita. Sehingga yang bukan hanya masyarakat tapi juga BPJS-nya sehat, rumah sakitnya juga sehat dan bugar," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.