TKN Tanggapi Dingin Soal Bantuan Hashim untuk Kampanye Jokowi-Ahok

Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan Rabu, 23 Januari 2019 02:57 WIB
TKN Tanggapi Dingin Soal Bantuan Hashim untuk Kampanye Jokowi-Ahok

Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma\'ruf Amin, Pramono Anung dalam debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019)./ANTARA-Sigid Kurniawan

Harianjogja.com, JAKARTA--Pernyataan Hashim Djojohadikusumo yang mengungkit bantuannya untuk kampanye Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok) pada Pilgub DKI Jakarta 2012 ditanggapi dingin oleh TKN Jokowi-Ma\'ruf.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma\'ruf Arya Sinulingga menilai bantuan dalam kampanye merupakan hal lumrah. Bahkan menurutnya, banyak orang biasa yang menyumbangkan dana kampanye secara cuma-cuma untuk pasangan calon yang disukainya.

"Namanya orang membantu [untuk kampanye pasangan calon], ada saja, dan banyak orang membantu," ujar Arya kepada Bisnis, Selasa (22/1/2019).

Oleh sebab itu, Arya tidak mempermasalahkan pernyataan adik kandung dari calon presiden Prabowo Subianto tersebut. Sebab ketika itu, Hashim memang merupakan salah satu politisi partai Gerindra yang juga mengusung Jokowi-Ahok.

"Kalau mau diungkit ya, silahkan saja. Siapa yang mau bantu [dalam kampanye] kan silahkan, dalam pemilu ya pasti banyak yang bantu, enggak mungkin jalan sendiri," tambahnya.

Sebelumnya Direktur Program TKN Jokowi-Ma\'ruf Aria Bima yang merupakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak menyangkal bahwa Hashim memang menyumbang untuk kampanye Jokowi-Ahok.

Tetapi Aria menjelaskan, hal tersebut merupakan komitmen dan kesepakatan antara PDIP-Gerindra. Sehingga, upaya mengungkit kembali jasa di masa lalu menunjukkan ketidaksiapan seorang politisi untuk memperjuangkan calon terbaik pilihannya masing-masing di masa sekarang.

"Lha kan dia memang sepakat mengusung Jokowi-Ahok [di Pilgub DKI Jakarta 2012]. Tidak diungkit sekalian waktu zaman Bu Mega sama Pak Prabowo? [di Pilpres 2009]," ungkap Aria kepada Bisnis, Selasa (22/1/2019).

"Kalau belum siap jadi pejuang, jangan jadi pejuang. Ini [pemilu] bukan dagang. Hashim tidak siap, ini soal politik, soal perjuangan, soal kerelaan. Bukan untuk kandidat, [tapi] untuk mengurus bangsa ini," ujar pria kelahiran Semarang, 29 Mei 1965 ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online