Survei: Kepercayaan Publik kepada Prabowo-Gibran Turun 16,7 Poin
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Ilustrasi garis polisi./www.witf.org
Harianjogja.com, CHHATTISGARH-Aksi sadistis pemuda bernama Dilip Yadav di Distrik Korba, Chhattisgarh, India membuat geger. Pemuda itu tega membunuh, memutilasi, serta meminum darah sang ibu, Sumariya (50).
Aksi tersebut, seperti diberitakan Times of India, Selasa (8/1/2019), terjadi pada malam pergantian tahun, yakni 31 Desember 2018.
Namun, karena daerah tempat kejadian terbilang terpencil, maka kabar tersebut baru mencuat pada Sabtu (5/1/2019) akhir pekan lalu dan mendapat perhatian nasional.
Saat kali pertama diketahui tetangga bernama Samiran Yadav, Dilip terlihat sedang menjilati darah dari tubuh sang ibu yang sudah terbaring sekarat.
Saksi kunci peristiwa keji yang perempuan itu justru traumatis melihat aksi Dilip membunuh serta meminum darah Sumariya. Sang saksi butuh waktu tiga hari untuk sembuh dan melapor ke polisi.
Alhasil, ketika aparat kepolisian mendatangi tempat kejadian perkara, Dilip sudah memotong-motong tubuh Sumariya dan membakarnya. Saat ini, Dilip masih buron.
”Desas-desus yang beredar, Dilip tengah mempraktikkan Tantra [ilmu hitam] yang biasa mengorbankan manusia. Dia juga menyebut sang ibu penyihir dan menyalahkannya atas kematian ayah serta saudara lelaki,” kata kepolisian setempat.
Saksi kunci, Samiran, menuturkan kepada polisi, dirinya mengetahui pembunuhan tersebut pada tanggal 31 Desember, pagi hari.
”Aku hendak mengunjungi Sumariya. Aku biasa berkunjung ke rumahnya. Saat dekat rumahnya, terdengar suara-suara aneh. Aku intip, ternyata Sumariya tengah dipotong oleh Dilip di kepala, leher, dan dada, memakai kapak,” jelasnya.
Tak hanya itu, kata Samiran, ia juga menyaksikan Dilip duduk dan mulai menjilati darah yang mengalir dari luka sang ibu.
”Saat itu Sumariya masih sekarat. Dilip meminum darah yang keluar dari tubuhnya. Setelahnya Sumariya tewas. Aku menggigil ketakutan dan mendorong diri saya ke dinding ketika tindakan keji ini terjadi," katanya.
Samiran juga mengakui masih menyaksikan tatkala Dilip membawa mayat Sumariya ke dalam rumah, mulai memutilasinya dan melemparkan ke dalam api.
Dia lantas berlari pulang ke rumah, tetapi tidak bisa mengumpulkan keberanian untuk memberi tahu siapa pun tentang hal itu.
Samiran bercerita pada menantunya dua hari kemudian. Setelah mendiskusikannya dengan kepala desa, masalah itu dilaporkan ke polisi pada hari Kamis (3/1/2019) pekan lalu sebagai "insiden kanibalisasi".
Pada hari Jumat (4/1/2019), polisi pergi ke rumah Sumariya dengan tim forensik dan menemukan abu dan tulang hangus. Ada percikan darah di seluruh lantai dan dinding.
Polisi juga menemukan perabot pemujaan dan potongan daging manusia dari tempat itu, yang menunjukkan bahwa Dilip telah membunuh ibunya sebagai pengorbanan manusia. Buku-buku tentang praktik tantra ditemukan di rumah. Tapi Dilip sudah pergi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Apple menggelar Pro and Tell pada 28 Oktober 2026. MacBook Pro layar sentuh OLED dan iPad mini OLED dirumorkan meluncur.
Manchester City menghadapi proses banding kasus finansial. Simak kabar usulan pengurangan 80 poin, denda 100 juta pound, dan status sanksi resminya.
Dewa United vs Persijap Jepara berlangsung Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB. Simak jadwal siaran langsung dan kondisi kedua tim.
Bensin menipis saat berkendara? Manfaatkan Google Maps, Waze, dan layanan Pertamina untuk mencari SPBU serta mengantisipasi kondisi darurat.
Password 123456 diduga digunakan dalam peretasan data 8,8 juta orang di Denmark. Simak kronologi dan lima cara memperkuat kata sandi.