IDAI Ungkap Bahaya PM2,5 dari Asap Karhutla bagi Kesehatan Anak
IDAI mengingatkan anak lebih rentan terdampak asap karhutla karena sistem pernapasan belum matang dan partikel PM2,5 berbahaya bagi paru-paru.
Foto ilustrasi pemadaman listrik atau blackout. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— PT PLN (Persero) masih menyelidiki penyebab pemadaman listrik atau blackout yang melanda wilayah Batam dan Bintan. Direktur Utama PLN Suroso Isnandar menegaskan dugaan sabotase belum dapat dipastikan karena pemeriksaan masih berlangsung.
Suroso menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Saat ditanya mengenai kemungkinan sabotase sebagai penyebab gangguan listrik, Suroso mengatakan PLN masih mendalami kejadian tersebut. Meski demikian, ia memastikan penanganan gangguan sudah selesai.
"Saya kira tidak sampai perkiraan sabotasenya. Pokoknya sedang diteliti lebih lanjut. Tapi yang jelas sudah selesai, terima kasih kesigapannya," kata Suroso.
Dengan demikian, penyebab pasti blackout Batam-Bintan belum diketahui. PLN masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan faktor yang memicu gangguan pasokan listrik tersebut.
PLN Kaji Kemungkinan Kompensasi Pelanggan
Selain menyelidiki penyebab pemadaman, PLN juga menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak.
Pembahasan ini menjadi perhatian karena Batam dan Bintan memiliki kawasan industri serta fasilitas pusat data atau data center yang membutuhkan pasokan listrik untuk mendukung operasionalnya.
Suroso mengatakan pemberian kompensasi akan ditinjau berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah batas toleransi gangguan pelayanan listrik.
"Nanti dilihat dari ketentuannya karena kan sesuai peraturan yang ada, kompensasi setelah melewati batas toleransi. Makasih ya," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kompensasi tidak diberikan secara otomatis untuk setiap gangguan. PLN akan melihat ketentuan yang berlaku, termasuk apakah gangguan pelayanan telah melewati batas toleransi yang ditetapkan.
Penyebab Blackout Masih Didalami
Pemadaman listrik di Batam dan Bintan sebelumnya menjadi perhatian karena kedua wilayah tersebut memiliki aktivitas industri dan fasilitas pusat data. Namun, PLN belum memastikan penyebab gangguan maupun mengonfirmasi adanya unsur sabotase.
Suroso hanya memastikan gangguan listrik telah selesai ditangani, sedangkan proses pemeriksaan penyebabnya masih berjalan.
Hasil penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui faktor yang memicu blackout tersebut. Sementara itu, terkait dampak terhadap pelanggan, PLN akan mengacu pada ketentuan kompensasi yang berlaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IDAI mengingatkan anak lebih rentan terdampak asap karhutla karena sistem pernapasan belum matang dan partikel PM2,5 berbahaya bagi paru-paru.
Sebanyak 44 dari 86 KDMP di Sleman telah beroperasi. Keterbatasan modal, SDM, sarana usaha, dan kepastian regulasi menjadi kendala.
BGN menguji coba MBG sistem prasmanan di 66 SPPG di 10 provinsi. Hasil awal menunjukkan makanan lebih segar, hangat, dan lebih banyak dikonsumsi.
Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS meninggal dunia di Yogyakarta. Ia pernah memimpin Kopassus dan menjabat KSAD di tiga era presiden.
Survei Poltracking mencatat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun dari 81,5 persen pada Oktober 2025 menjadi 64,8 persen pada Oktober 20
Disdikpora Bantul mengingatkan penggunaan AI seperti ChatGPT di sekolah perlu diimbangi berpikir kritis dan pemahaman etika agar siswa tak sekadar menyalin jawa