Pengadilan Kanada Pertimbangkan Jaminan untuk Petinggi Huawei

Newswire
Newswire Selasa, 11 Desember 2018 14:17 WIB
Pengadilan Kanada Pertimbangkan Jaminan untuk Petinggi Huawei

Meng Wanzhou/Ist-CTV News

Harianjogja.com, VANCOUVER-Pengadilan provinsi Kanada, yang mempertimbangkan pemberian jaminan kepada pejabat tinggi Huawei Technologies yang menghadapi kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat, bersidang lagi pada Senin tanpa memutuskan nasib pejabat itu.

Para jaksa Amerika Serikat menginginkan Meng Wanzhou, yang memiliki jabatan kepala keuangan, diektradisi untuk menghadapi tuduhan menyesatkan bank multinasional mengenai kendali Huawei atas perusahaan yang bergerak di Iran, yang membuat bank berisiko melanggar sanksi AS dan akan terkena hukuman berat, kata dokumen.

Meng, 46 tahun, adalah puteri pendiri Huawei, ditangkap pada 1 Desember ketika akan berganti pesawat di Vancouver. Dalam pernyataan di bawah sumpah, ia mengatakan tidak bersalah dan akan menghadapi tuduhan terhadap dirinya di pengadilan jika dia diserahkan ke AS.

Hakim di pengadilan itu pada Senin mengatakan akan melanjutkan proses peradilan pada Selasa karena dia ingin mendengarkan lagi agar bertambah yakin akan isu tersebut, siapa yang mengambil tanggung jawab atas aksi Meng jika dia dibebaskan.

David Martin, pengacara Meng, yang mengatakan kepada pengadilan, alat-alat pengawasan berteknologi tinggi dan rincian keamanan 24-jam akan menjamin kliennya tidak melarikan diri dan mengusulkan uang jaminan sebesar 15 juta dolar Kanada (Rp16,9 miliar lebih), yang suaminya tawarkan sebagai jaminan.

Tetapi hakim dan penuntut umum mempertanyakan apakah suami Meng dapat melakukan hal tersebut sementara dia bukan warga British Columbia, tempat Vancouver berada, dan tidak akan menerima akibat jika istrinya melanggar syarat pemberian jaminan.

Meng tampak penuh kepercayaan diri di pengadilan Senin pagi, tersenyum dan memegang tangan pengacaranya. Tetapi pada siang hari ia tampak agak tegang, sering bergerak cepat sementara dia berbicara dengan para anggota tim hukumnya.

Ia berpendapat perlu dibebaskan karena dia menderita tekanan darah tinggi berat dan takut akan kesehatannya.

Huawei merupakan pemasok peralatan jejaring telekomunikasi terbesar dan pembuat telepon seluler cerdas terbesar kedua di dunia dengan pendapatan sekitar 92 miliar dolar AS tahun lalu. Tidak seperti perusahaan-perusahaan teknologi Tiongkok besar lainnya, Huawei banyak beroperasi di luar negeri.

Para pejabat AS menduga Huawei berusaha menggunakan bank-bank tersebut untuk memindahkan uang keluar Iran. Perusahaan-perusahaan dilarang menyalurkan barang dan jasa ke pihak-pihak yang terkena sanksi.

Huawei dan para pengacaranya mengatakan perusahaan itu bergerak sesuai dengan hukum, perundangan-undangan, sanksi yang diberlakukan AS dan pihak lain, dan menghormatinya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online