7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Polisi menemukan dua carik kertas berisi tulisan perpisahan, di rumah tempat satu keluarga terdiri dari empat orang yang tewas dengan luka tembakan di kepalanya masing-masing, Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (24/10/2018) dini hari./Suara.com-Andhiko Tungga Alam
Harianjogja.com, PALEMBANG- Kematian satu keluarga di Palembang, Sumatra Selatan menyisakan sejumlah cerita dari orang-orang dekat keluarga tersebut.
Kapolda Sumatra Selatan Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara mengatakan, dua pembantu rumah tangga (PRT) bernama Dewi (28) dan Sarah (20) melihat gelagat aneh dari Fransiskus Xaverius Ong (45).
Sebelum ditemukan tewas, Fransiskus disebut sempat memberikan uang dan perhiasan kepada dua PRT tersebut. Selain itu, tetangga juga diberikan uang. Adanya bagi-bagi uang dan perhiasan yang dilakukan Fransiskus merupakan kegiatan yang tak lazim dilakukannya.
"[Pemberian] itu mungkin tanda tanda untuk kenang-kenangan," kata Zulkarnain di Mapolda Sumsel, Kamis (25/10/2018).
Zulkarnain mengaku, polisi masih menyelidiki sejumlah bukti termasuk komputer jinjing yang berhubungan dengan pekerjaan Frans saat masih hidup.
"Untuk sementara, hasil penyelidikan, ini bunuh diri, walaupun juga ditemukan ada laptop, yang menyatakan ada korelasi dirinya sebagai kontraktor. Tapi, masih kita selidik dulu apakah ada data yang bisa dikembangkan, dan masih mencari siapa siapa saja yang dimintai keterangan," kata dia.
Sebelumnya diberitakan Fransiskus bersama istri dan dua anaknya ditemukan tewas bersimbah darah di kediaman, Komplek Villa Kebun Sirih, Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Kalidoni, Palembang pada Rabu (24/10/2018).
Diduga Fransiskus membunuh anak dan istrinya terlebih dahulu menggunakan senpi. Sebab, saat ditemukan tewas, Fransiskus masih menggenggam pistol yang diduga dipakai untuk menembak mati istri dan dua anaknya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.