Gempa M7,4 Guncang Kolombia, 6 Bandara Rusak dan Ditutup
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
Ilustrasi Banjir./Ist-Basarnas Kendari via Okezone
Harianjogja.com, PEKANBARU-Sedikitnya 1.500 rumah tergenang banjir di Kabupaten Bengkalis. Hal itu diungkapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau.
"Ada sekitar 1.500 rumah yang terkena dampak banjir di Bengkalis," kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Provinsi Riau, Jim Gafur, kepada Antara di Pekanbaru, Senin (15/10/2018).
Ia menjelaskan, banjir di Bengkalis mulai terjadi sejak 12 Oktober 2018 dengan ketinggian air berkisar 20 sampai 60 CM. Ada 15 desa dan kelurahan yang kebanjiran akibat curah hujan yang tinggi ditambah dengan air pasang dari laut karena Bengkalis merupakan sebuah pulau di pesisir Provinsi Riau.
Lokasi banjir antara lain di Desa Teluk Latak, Pedekik, Damon, Senggoro, Wonosari, Sebauk, Simpang Ayam, Meskom, Deluk, Jangkang, Bantan Sari, Bantan Air, Ulu Pulau, Pambang Baru dan Kelurahan Batu Panjang di Pulau Rupat.
Rupat merupakan daerah berupa pulau yang terpisah dari Bengkalis. Banjir di daerah ini menggenangi 60 rumah akibat dari tingginya curah hujan dan tersumbatnya Sungai Penebak.
Dampak banjir paling besar ada di Desa Teluk Latak dan Bantan Air karena total menggenangi 400 rumah.
Selain menggenangi rumah, ada 14 fasilitas umum seperti taman dan masjid yang juga tergenang banjir.
Meski begitu, hingga kini BPBD Riau belum mendapat informasi adanya warga yang mengungsi akibat banjir. Selain itu, tidak ada korban jiwa akibat banjir tersebut.
Dalam sepekan terakhir berdasarkan data BPBD Riau, ada dua kabupaten yang mengalami banjir. Sebelumnya, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) juga banjir akibat Sungai Rokan meluap sehingga membanjiri ratusan rumah. Bahkan, ada 50 kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi.
Ia mengatakan, berdasarkan data sementara korban bencana banjir, total ada 368 KK yang terdiri dari 1.456 warga yang menjadi korban banjir.
Menurut Jim, banjir luapan Sungai Rokan terjadi akibat curah hujan tinggi dan peningkatan debit air kiriman dari daerah hulu di Provinsi Sumatera Barat. Banjir yang cukup parah terjadi di Kelurahan Rokan IV Koto Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, yang mengakibatkan puluhan KK.
"Yang mengungsi 50 KK ke rumah keluarga yang terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia dan merusak enam bandara. Aktivitas penerbangan dihentikan hingga evaluasi infrastruktur selesai.
Pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari mencapai 84,832% dan lebih cepat dari target. Proyek ditargetkan rampung 6 Desember 2026.
Pendidikan karakter dinilai tidak cukup hanya diberikan sebagai materi pelajaran di sekolah, tetapi harus dibentuk menjadi kebiasaan
Harga telur di tingkat peternak Kulonprogo hanya Rp18.500-Rp20.700 per kg, sementara pakan naik. Peternak mengaku tombok hingga Rp3 juta.
CCTV dan ciri fisik mengungkap dugaan satu pelaku perusakan Bendera Merah Putih di Bantul dan palang kereta api di Gamping.
PSEL Piyungan ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan 18-20 MW listrik dengan investasi hingga Rp3 triliun.