117 Santri Ponpes Manbaul Hikam Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Keracunan MBG
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
Prabowo menggelar konferensi pers di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Yosea Arga
Harianjogja.com, JAKARTA- Kubu Prabowo Subianto yakin elektabilitas capres tersebut bakal meningkat menyusul mencuatnya skandal hoaks aktivis Ratna Sarumpaet.
Drama berita hoaks Ratna Sarumpaet terus berlanjut. Banyak pihak yang ikut terseret atas kasus tersebut, salah satunya kubu pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai kasus Ratna Sarumpaet tidak akan menurunkan elektabilitas Prabowo - Sandiaga di Pilpres 2019.
Sebaliknya, Dahnil yakin jika elektabilitas Prabowo - Sandiaga akan meningkat buah dari kasus tersebut.
"Justru kemudian kami punya keyakinan ini akan meningkatkan elektabilitas Prabowo - Sandiaga. Kenapa? Karena masyarakat akhirnya mengetahui bahwa Pak Prabowo adalah sosok yang humanis sangat berempati dan bersimpati, bahkan jarang berburuk sangka kepada siapapun dan suka menolong siapapun. Walaupun akhirnya beliau dibohongi," kata Dahnil di Hotel Santika, Depok, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018).
Dahnil menilai Prabowo merupakan sosok yang tak pernah berburuk sangka terhadap siapapun. Dahnil memberikan contoh ketika Prabowo membantu Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara politik saat maju dalam Pilgub DKI Jakarta.
"Kenapa? Dulu Pak Jokowi datang ke Pak Prabowo minta bantuan secara politik, Ahok juga pernah datang minta bantuan secara politik, terkahir Bu Ratna Sarumpaet. Beliau tidak pernah berburuk sangka walau kemudian dibohongi oleh Bu Ratna Sarumpaet," jelasnya.
Dahnil mengatakan ada hikmah yang didapatkan kubunya atas kasus Ratna Sarumpaet. Dirinya mengatakan jika publik melihat sosok Prabowo sebagai sosok yang bertanggung jawab ketika melakukan permintaan maaf atas kebohongan Ratna Sarumpaet.
"Justru hikmahnya, publik melihat pak Prabowo adalah sosok yang berani bertanggung jawab penuh. Ketika beliau keliru berani meminta maaf pada publik. Sementara banyak pemimpin-pemimpin kita itu absen dan nggak berani minta maaf kepada publik ketika bersalah," tutur Dahnil.
Dahnil berpendapat jika Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Prabowo. Dirinya juga yakin jika masyarakat tidak akan terkecoh atas politik hitam yang menerjang kubunya.
"Kami yakni publik, masyarakat tidak akan terkecoh dengan kampanye hitam yang memburuk-burukan Pak Prabowo malah justru melalui kasus Bu Ratna Sarumpaet ini publik semakin tahu jika Pak Prabowo itu adalah pemimpin yang ikhas dan tulus," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Sebanyak 117 santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo kembali dirawat setelah menjalani pemulihan dugaan keracunan MBG.
Kia PV7 resmi debut di IAA Transportation 2026. Van listrik ini punya kargo hingga 8 m³, muatan 1.200 kg dan pengisian 800 volt.
VAR gol Haaland di derby Manchester bermasalah. Pro Ref memarkir Matt Donohue dan Blake Antrobus setelah kesalahan pemeriksaan.
Jay Idzes cedera saat Sassuolo vs Juventus. Kondisinya belum pasti jelang Timnas Indonesia tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.
Purbaya Yudhi Sadewa bikin netizen penasaran lewat caption “Udah siap belum?” setelah tak lagi menjabat Menteri Keuangan.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.