Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet memberi keterangan tentang kasus penganiyaannya yang tersebar ke media sosial saat konferensi pers di rumahnya, Kampung Melayu kecil, Jakarta, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Muhaimin A Untung
Harianjogja.com, JAKARTA- Kendati menuai kemarahan publik akibat skandal hoaks, aktivis Ratna Sarumpaet dikenal baik oleh warga di lingkungan tempat tinggalnya.
Ratna Sarumpaet yang telah menyatakan diri sebagai pembuat berita bohong atau hoaks terbaik, dinilai sebagai sosok yang ramah dan baik hati.
Ketua Rukun Warga (RW) Achmad Badrul Fajri di lingkungan setempat, menilai Ratna Sarumpaet adalah sosok yang sangat peduli dengan warga sekitar.
Hal ini kata dia terlihat saat musibah bajir besar yang melada Jakarta pada tahun 2002 lalu.
"Waktu banjir besar di Jakarta, dia [Ratna Sarumpaet] berbaik hati menjadikan rumahnya sebagai posko korban banjir gitu selama musim banjir," cerita Achmad saat di temui di kediamannya di Jalan Kampung Melayu Kecil V, Bukit Duri, Jakarta, Jumat (5/10/2018).
Tidak hanya itu, pada musim banjir itu juga Ratna Sarumpaet membantu warga dengan memberikan batuan sembako untuk masyarakat sekitar.
Bahkan, Ratna Sarumpaet juga tidak segan untuk turun langsung memasak makanan untuk para korban banjir tersebut.
"Dia suka bagi-bagi sembako saat itu. Orangnya baik dan nggak penah ada masalah sama warga. Kalau kita minta bantuan apa, insyaAllah selalu dikasih sama dia," lanjutnya.
Achmad berharap Ratna Sarumpaet bisa berhenti dari kegiatannya di politik. Hal itu juga disampaikan anak-anaknya saat ia menemani pihak kepolisan menggeledah rumah Ratna Sarumpaet pada Jumat (5/10/2018) dini hari.
"Semalam pas penggeledahan saya sempat ngobrol sama anak-anaknya. Mereka sih berharapnya bu Ratna Sarumpaet fokus saja di bidang seni dan teater," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.