Kemenpar Perketat Keselamatan Wisatawan di Kawasan Gunung Api
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Ilustrasi vaksin./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA- Polemik tentang halal dan haram vaksin Measles Rubela (MR) yang terjadi di Indonesia disebut-sebut tidak terjadi di negara lain, termasuk negara Islam.
PT Bio Farma menyebut masalah kehalalan vaksin tak jadi masalah di negara-negara Islam lain. Sejak Maret 2018 lalu, Indonesia didapuk sebagai pusat riset vaksin dan produk bioteknologi di antara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Dalam pelaksanaannya, Indonesia melalui PT Bio Farma menjadi pusat pengembangan vaksin dan produk bioteknologi serta menjadi forum kolaborasi para peneliti dalam melakukan inovasi dan berbagi pengetahuan terkait proses produksi.
Disampaikan dr Neni Nurainy, peneliti dari Research and Development Divison PT Bio Farma, produsen vaksin resmi milik pemerintah ini turut mengekspor produk vaksin ke negara-negara Islam yang menjadi anggota OKI. Tak seperti di Indonesia yang masih risau mengenai halal haram vaksin, negara-negara tersebut menurutnya justru tak demikian.
"Terkait OKI, negara di timur tengah tidak ada yang mempermasalahkan isu halal ini karena pencegahan menurut mereka merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan," ujar Neni dalam temu media Mari Berbincang tentang Vaksin di Kantor Akademi Ilmuwan Muda Indonesia, Jakarta, Jumat (21/9/2018).
Neni menyadari bahwa pandangan halal haram vaksin di masing-masing negara Islam berbeda karena adanya perbedaan mahzab soal vaksin. Menurutnya dari 140 negara yang menggunakan vaksin Bio Farma, tidak ada satupun negara OKI yang mempersoalkan mengenai sertifikasi halal.
"Halal menurut negara Timur Tengah tentu berbeda menurut negara kita. Jadi kami sangat menghormati pandangan ulama di Indonesia yang mengeluarkan fatwa mengenai vaksin ini," tambah dia.
Dalam kesempatan yang sama, Prof Musdah Mulia, Anggota AIPI (Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia) sekaligus Dosen UIN Syarif Hidayatullah menyampaikan pandangannya mengenai kisruh halal haram vaksin MR yang membuat cakupan imunisasi cegah campak dan rubella ini tergolong rendah.
Menurut Prof Musdah, negara OKI lain yang konstitusinya berbasis syariat islam justru tidak terlalu meributkan status halal haram vaksin. Sementara Indonesia yang bukan negara berbasis syariat Islam justru selalu mempersoalkan tentang kehalalan vaksin.
"Malaysia, Maroko itu kan negara yang berbasis Islam tapi kenapa persoalan kontroversial seperti ini nggak muncul," tandas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : suara.com
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.