Kebakaran Pasar Modern BSB Semarang, 179 Kios Terdampak
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Gus Miftah saat mengajak pengunjung club malam untuk bertakbir. /Ist-Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA - Dunia maya beberapa waktu belakangan dihebohkan dengan video ulama yang melakukan ceramah di klub malam.
Gus Miftah, ulama ulama tersebut tersorot karena aksi ceramahnya di sebuah klub malam di daerah Bali. Namun ternyata kegiatan itu sudah dilakoniya selama 14 tahun di berbagai lokasi termasuk Jogja dan Bali.
Ia pun memiliki jadwal tersendiri untuk memberikan dakwah ke klub dan salon plus-plus setiap 2 minggu sekali.
Gus Miftah juga mengklaim, bahwa ia murni melakukan hal tersebut karena niat dan setelah ia berceramah di klub malam, sudah banyak yang mencoba memperbaiki diri.
“Ini saya kan niatnya membantu mereka untuk lebih mengenal dengan Allah ya, kesempatan mendekatkan mereka dengan Allah kan baik. Kalau dibilang zinah mata kan tergantung niatnya," kata Gus Miftah saat dihubungi Okezone, Rabu (12/9/2018).
Diketahui, video viral tersebut sudah tersebar di platform Instagram yang mendatangkan adanya haters dan ucapan tidak setuju dengan adanya kegiatan itu.
“Boleh benci, tapi jangan menghalangi mereka yang ingin dekat dengan Allah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman
BGN menutup 833 dapur SPPG pelaksana Program MBG karena melanggar SOP, mulai dari kasus keracunan hingga IPAL yang tidak memenuhi syarat.
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Malang-Surabaya, Pasuruan, menewaskan empat orang setelah truk bermuatan kertas diduga hilang kendali.