Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Ilustrasi mayat./JIBI
Harianjogja.com, GABON- Kecelakaan kerja dialami seorang tenaga kerja Indonesia asal Tulungagung yang tengah mengadu nasib sebagai buruh petik-angkut kelapa sawit di Gabon, Afrika Selatan.
Munangin, 48, dilaporkan tewas akibat terinjak rombongan gajah liar saat membersihkan rumput di lokasi kerjanya.
Kepastian meninggalnya pria asal Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Tulungagung, Jawa Timur itu disampaikan pihak keluarganya saat dikonfirmasi wartawan di Tulungagung, Senin (6/8/2018).
"Yang pertama mendapat kabar duka adalah kakak ipar saya yang di Pasuruan. Ada teman suami di sana [Gabon, Afrika] yang mengabarkan," kata istri Munangin, Siti Maryamah.
Dalam suasana masih syok, Siti Maryamah kini hanya bisa pasrah.
Harapannya kini adalah jasad suaminya segera bisa dipulangkan ke Indonesia.
"Kami ingin suami saya bisa dimakamkan yang layak di sini," katanya.
Sempat cerita tentang firasat buruk, Siti mengatakan biasanya Munangin aktif menelepon ke rumah dan keluarga di Indonesia, terutama ke Siti Maryamah.
Namun sejak Senin (6/8/2018) pagi. Munangin yang biasanya aktif menelepon keluarga dua kali sehari, tiba-tiba tidak bisa dihubungi.
Awalnya Siti Maryamah tidak menaruh curiga berlebihan, sampai akhirnya kakak ipar Siti Maryamah, Iswarin mendapat kabar duka dari TKI lain di Gabon yang mengetahui kejadian naas tersebut.
Munangin tewas saat sedang bekerja membersihkan rumput di area perkebunan sawit tempatnya bekerja.
Namun saat itu tiba-tiba ada serombongan gajah liar yang mengamuk dan menyerang pekerja.
"Mendapat informasi tersebut kakak ipar saya yang saat itu tinggal di Pasuruan langsung menuju Tulungagung untuk mengabarkan ke keluarga sini," katanya.
Anak pertama korban, Saifurohman, 22 mengaku, ayahnya tersebut mulai menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara Gabon, Afrika selatan sejak setahun lalu di sebuah tempat perkebunan sawit.
"Kami sering komunikasi lewat telepon atau video call saat ayah tengah istirahat," ujarnya.
Bahkan, tanda-tanda ayahnya tidak ada seperti tidak enak makan dan tangan terasa dingin terus menerus tengah dirasakannya, di tambah sejak dua hari terakhir dirinya dengan ayahnya tidak melakukan komunikasi seperti biasanya.
"Saya tidak menyangka ternyata firasat yang saya alami merupakan pertanda kepergian ayah selama-lamanya," katanya.
Dia mengaku, terakhir komunikasi dengan ayahnya pada Sabtu (4/8/2018) malam.
"Kalau waktu terakhir komunikasi, biasa saja seperti waktu-waktu biasa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 30 September 2026 tersedia 12 perjalanan. Cek jam berangkat dari Palur hingga tiba di Jogja.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.