Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Pemudik sepeda motor. /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, SLEMAN—Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta jajarannya menyiapkan jalur alternatif yang tersedia di penjuru wilayah untuk mengatasi kemungkinan kemacetan saat mudik Lebaran tahun ini.
Menurut Gubernur, rambu-rambu petunjuk jalan alternatif sangat penting sebagai petunjuk bagi pemudik dari berbagai wilayah yang belum mengetahui jalur-jalur yang bisa dilalui manakala ruas jalan utama macet. Sayangnya, rambu-rambu itu belum banyak dipasang.
“Rata-rata di daerah tingkat II [kabupaten maupun kota], jalan alternatif belum dipasangi rambu. Kelihatannya di Sleman [pemasangan] petunjuk-petunjuk itu dilakukan. Semoga saja kemacetan itu bisa kami urai,” ucap Sultan seusai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Progo 2018, di Polda DIY, Rabu (6/6).
Menurut dia, jalur alternatif sebelum masuk Kota Jogja harus dimanfaatkan agar lalu lintas di dalam kota tidak terlalu padat dilalui pemudik yang akan menuju kota lain.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memetakan delapan lokasi yang rawan kemacetan saat arus mudik Lebaran 2018. Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub DIY Hari Agus Triyono mengatakan kemacetan memanjang di ruas-ruas jalan di sekitar Kota Jogja pada tahun lalu. Namun, lalu lintas di dalam kota cenderung lancar. Jalur alternatif pun akan dimanfaatkan untuk mengatasi masalah itu.
Para pemudik yang masuk DIY kebanyakan berasal dari arah barat dan utara. Dari arah barat, didominasi pemudik dari Bandung, sedangkan arah utara, kebanyakan berasal dari DKI Jakarta. Dengan demikian, keberadaan jalur alternatif di Sleman dan Kulonprogo sangat penting.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Sleman Sapto Winarno mengatakan setidaknya ada tiga jalur alternatif yang telah disiapkan untuk menghadapi arus mudik tahun ini.
“Semuanya siap untuk dilalui pemudik ataupun wisatawan,” kata dia, Rabu.
Jalan alternatif Wates-Tempel akan melalui Tempel, Balangan, Moyudan hingga tembus di Jalan Wates. Jalur alternatif Prambanan-Tempel melalui Prambanan, Proliman-Kalasan-Ngemplak, Simpang Tiga Besi, Pakem, Pulowatu, Turi, Simpang Empat Turi, Sedogan, dan Tempel. Kemudian jalur alternatif Prambanan-Gading melalui Kecamatan Prambanan hingga tembus di Desa Gading, Kecamatan Playen, Gunungkidul.
Masing-masing jalur rata-rata memiliki lebar lima meter, kecuali jalur alternatif Prambanan-Gading yang memiliki lebar tujuh meter. Dengan demikian, jalur tersebut dapat mengurangi kepadataan arus lalu lintas di jalur utama.
“Kalau dilihat dari segi jarakanya semuanya memang lebih panjang dibandingkan dengan jalur utama. Namun dari waktu tempuh lewat jalur itu akan lebih singkat. Kalau melalui jalur utama akan lebih lama karena banyak lampu rambu lalu lintas. Melalui jalur alternatif tentunya lebih cepat,” kata dia.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman Mardiyana mengatakan jawatannya segera menempatkan rambu lalu lintas untuk sejumlah jalur utama dan juga jalur alternatif. Lampu penerangan jalan akan dipasang di beberapa titik yang dinilai masih kurang terang.
“Ada 25 rambu lalu lintas portabel yang akan kami pasang sebagai petunjuk jalur alternatif,” ujar dia.
Jalan alternatif di Kulonprogo masih minim penerangan dan rusak di beberapa ruas. Jalur alternatif pertama untuk Purworejo-Jogja melalui Jalan Sugriwo-Subali yang dilanjutkan dengan Jalan Kiskendo masih gelap saat malam. Jalan alternatif Kalibawang-Sentolo, Pengasih-Sentolo juga belum terang. Di jalan sekitar Pasar Sentolo, terdapat beberapa lubang. Selain itu, ruas jalan tepat di depan Objek Wisata Goa Kiskendo yang ambles semenjak Badai Cempaka belum juga dibenahi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulonprogo Nurcahyo Budi Wibowo menyatakan ruas jalan Kiskendo yang ambles satu meter lebih itu belum bisa diperbaiki lantaran masih dalam proses lelang.
“Bisa dilewati, tetapi harus hati-hati,” kata dia.
Kapolres Kulonprogo AKBP Anggara Nasution menyatakan Jalan Daendels yang menjadi ruas alternatif untuk pemudik bisa dibuka kembali meski saat ini masih ditutup untuk proyek bandara baru. Angkasa Pura I, Pemkab Kulonprogo, dan kepolisian telah sepakat untuk membuka kembali ruas jalan Purworejo-Bantul. Pembukaan jalan yang ditutup bakal tergantung pada situasi lalu lintas.
Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri mengatakan polisi akan fokus pada jalur-jalur wisata untuk mengantisipasi kemacetan. Sebab, kemacetan di DIY selalu terjadi beberapa hari setelah Lebaran.
“Semua tempat baik di Sleman, Gunungungkidul, Bantul, Kulonprogo, termasuk di Kota Jogja memiliki objek wisata yang akan menjadi fokus perhatian kami,” kata Dofiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.