Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Suku di Suriah./Ist-SANA
Harianjogja.com, BEIRUT – Pada Sabtu, lebih dari 70 suku di Suriah mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan, mereka akan melakukan perlawanan terhadap milisi yang didukung Amerika Serikat dan pasukan asing di bagian utara Suriah. Suku-suku tersebut telah mengumumkan perang terhadap keberadaan Amerika Serikat di negara itu.
Dilaporkan Almasdarnews, Selasa (4/6/2018), anggota suku dari Provinsi Al-Hasakah, Aleppo dan Raqqa dilaporkan bertemu di kota yang dikuasai pemerintah di Deir Hafer. Di sana mereka setuju untuk bekerjasama untuk mengusir Amerika Serikat dan milisi sekutunya dari provinsi mereka.
Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa pasukan perlawanan tersebut akan bertempur bersama pasukan Suriah dengan tujuan membebaskan wilayah Suriah dan mengembalikannya kepada kendali pemerintah.
Melihat besarnya suku-suku itu, mereka dapat menghadirkan masalah serius bagi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat di utara Suriah, jika mereka menerima bantuan dari Pasukan Arab Suriah (SAA).
Presiden Suriah, Bashar al Assad dalam wawancara baru-baru ini mengatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan militer jika milisi yang didukung Amerika Serikat dan pasukan asing tidak segera angkat kaki dari utara Suriah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.