Pertemuan Trump dan Kim Jong Un Diharapkan Akhiri Program Senjata Nuklir Korut

Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani Selasa, 10 April 2018 13:37 WIB
Pertemuan Trump dan Kim Jong Un Diharapkan Akhiri Program Senjata Nuklir Korut

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbang spekulasi panas soal potensi Oprah Winfrey mengikuti pemilihan presiden tahun 2020./Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA-Pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un diharapkan membuahkan hasil berupa akhir dari program senjata nuklir Korut. Mereka dijadwalkan bertemu Juni 2018.

“Kami akan bertemu dengan mereka pada Mei atau awal Juni. Saya pikir akan ada rasa hormat yang besar dari kedua belah pihak dan semoga kami akan dapat membuat kesepakatan tentang denuklirisasi oleh Korea Utara,” terang Trump pada Senin (9/4/2018) waktu setempat.

“Mereka mengatakan demikian. Kami pun begitu. Mudah-mudahan, itu akan menjadi hubungan yang jauh berbeda dari yang sudah terjadi selama bertahun-tahun,” tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Komentar Trump keluar hanya beberapa jam sebelum Korea Utara untuk pertama kalinya berbicara tentang diskusi dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Dilaporkan oleh media Korut, Kim Jong Un memimpin sebuah pertemuan partai pada Senin. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan penilaian atas rencana diskusi dengan AS yang akan datang serta pertemuan dengan Korea Selatan pada 27 April.

“(Kim Jong Un) memaparkan isu-isu strategis dan taktis untuk ditegakkan oleh Partai Buruh Korea, termasuk kebijakan hubungan internasional di masa depan dan orientasi yang sesuai dengannya,” lapor kantor berita pusat Korea Utara pada Selasa (10/4/2018).

Pertemuan antara Kim Jong Un dan Trump akan dilakukan setelah Korut-Korsel mengadakan pertemuan tingkat tinggi pertama mereka dalam lebih dari satu dekade.

Kepada AS, Korea Utara telah menyakatan kesiapan untuk membahas denuklirisasi di Semenanjung Korea dalam pertemuan kedua negara nanti, seperti diungkapkan seorang pejabat AS.

Menurut pejabat tersebut, para pejabat AS dan Korea Utara telah diam-diam berkomunikasi baru-baru ini, dengan Korea Utara secara langsung menegaskan kesediaannya untuk mengadakan pertemuan.

Komunikasi itu disebut telah melibatkan petugas intelijen dari kedua belah pihak menggunakan saluran komunikasi terpisah. Sebelumnya, pemerintah AS sebagian besar mengandalkan pernyataan Korea Selatan akan itikad baik Kim Jong Un.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online