Kasus Covid-19 Mereda, Inggris Mulai Longgarkan Lockdown
Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.
Warga menggunakan masker saat berjalan melewati pasar ikan yang ditutup sementara di The Wharf, Washington, DC, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 terbesar. Hingga Rabu (8/4/2020), kasus positif Covid-19 di Negeri Paman Sam itu telah mencapai 396.416 kasus. Bloomberg/Andrew Harrer
Harianjogja.com, JAKARTA – Pandemi virus corona (Covid-19) masih memukul perekonomian Amerika Serikat. Untuk pekan kesekian, jutaan warga Amerika mengajukan tunjangan pengangguran.
Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (28/5/2020), klaim pengangguran awal mencapai 2,12 juta orang untuk pekan yang berakhir pada 23 Mei, sedikit lebih tinggi dari estimasi median dalam survei Bloomberg sebesar 2,1 juta klaim.
Dengan rilis data mingguan ini, terdapat total lebih dari 40 juta klaim pengangguran yang telah diajukan sejak wabah corona mulai memengaruhi aktivitas bisnis pada pertengahan Maret 2020.
Meski demikian, klaim berkelanjutan - yang menghitung klaim manfaat berkelanjutan warga Amerika dalam program negara bagian - turun menjadi 22,8 juta pada pekan yang berakhir 16 Mei.
Data-data tersebut dilaporkan dengan jeda satu pekan. Fakta ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mulai pulih seiring dengan kembali dibukanya banyak bisnis dan banyak orang yang kembali bekerja.
Terlepas dari optimisme itu, para ekonom memperkirakan pemulihan dari pandemi corona akan memakan waktu bertahun-tahun, dan tanpa vaksin atau pengobatan yang signifikan, kembalinya aktivitas normal sangat kecil kemungkinan akan terjadi.
Pada Rabu (27/5/2020), jumlah korban jiwa di AS menembus 100.000 akibat virus mematikan tersebut, angka kematian tertinggi di dunia.
Laporan pekerjaan untuk bulan Mei yang dijadwalkan rilis pekan depan diperkirakan akan menunjukkan tingkat pengangguran sekitar 20 persen, tertinggi sejak masa Great Depression, ketika mencapai puncak sekitar 25,6 persen.
Perhitungan klaim awal terbaru memang lebih rendah dari klaim sebanyak 2,45 juta pada pekan sebelumnya dan menjadi penurunan mingguan kedelapan berturut-turut.
Namun, angka klaim sebesar 2,12 juta pada pekan lalu masih jauh di atas rata-rata klaim awal sebesar 212.000 pada dua bulan pertama tahun 2020 dan rekor level tertinggi pada pekan sebelum Covid-19 merebak yakni sebanyak 695.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Perdana Menteri Boris Johnson siap melancarkan pelonggaran lebih lanjut untuk kegiatan perekonomian Inggris seiring dengan menurunnya angka kasus baru Covid-19.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.