Gempa M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, BMKG Ungkap Penyebabnya
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Donald Trump - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance angkat bicara terkait unggahan kontroversial Presiden Donald Trump yang sempat menampilkan dirinya menyerupai Yesus Kristus. Ia menilai unggahan tersebut tidak lebih dari sebuah candaan yang disalahartikan publik oleh karena itu dihapus.
Pernyataan itu disampaikan Vance dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (13/4/2026). Menurutnya, unggahan tersebut kemudian dihapus setelah memicu beragam reaksi.
“Menurut saya, presiden mengunggah sebuah candaan, dan tentu saja ia menghapusnya karena menyadari banyak orang tak memahami leluconnya,” kata Vance.
Ia menambahkan bahwa Trump dikenal aktif dan spontan dalam menggunakan media sosial untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat tanpa melalui penyaringan tim komunikasi.
“Saya justru melihat itu sebagai hal yang baik dari presiden, yaitu ia tidak disaring. Ia tidak menyatakan semua hal melalui ahli komunikasi. Ia benar-benar menjangkau masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Unggahan yang dimaksud sebelumnya dipublikasikan melalui platform milik Trump, Truth Social, yang menampilkan gambar hasil kecerdasan buatan. Konten tersebut kemudian dihapus pada hari yang sama setelah menimbulkan banyak kritik dari masyarakat.
Di sisi lain, Trump membela unggahan tersebut dan menilai interpretasi publik terlalu berlebihan. “Saya memang mengunggahnya, dan dalam pandangan saya, itu menggambarkan saya sebagai dokter dan berkaitan dengan Palang Merah — ada petugas Palang Merah di sana yang kami dukung. Hanya media penyebar berita palsu yang bisa memelintir hal semacam itu,” katanya.
Kontroversi ini muncul di tengah ketegangan antara Trump dengan Vatikan, terutama setelah dinamika geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026 lalu.
Vance mengakui adanya perbedaan pandangan dengan pihak Vatikan, namun menegaskan hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dalam hubungan internasional.
“Kami menghormati Paus dan memiliki hubungan baik dengan Vatikan, tetapi perbedaan pendapat dalam isu substansial adalah hal yang wajar,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Vatikan memiliki fokus tersendiri dalam isu moral dan internal Gereja Katolik, sementara pemerintah Amerika Serikat menjalankan kebijakan publik sesuai mandatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gempa M5,5 mengguncang Gayo Lues, Aceh. BMKG memastikan gempa dipicu Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami
Cakupan layanan PDAM Kota Jogja baru mencapai 30 persen. Air tanah yang masih dianggap baik dan persoalan sanitasi menjadi tantangan.
Revisi Permenaker outsourcing diklaim rampung. Pekerja alih daya nantinya hanya diperbolehkan untuk empat jenis pekerjaan penunjang.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.