BANDARA KULONPROGO : NYIA Terbesar di Indonesia, Kehadiran Presiden Jokowi Diperlukan

Jum'at, 20 Januari 2017 06:20 WIB
BANDARA KULONPROGO : NYIA Terbesar di Indonesia, Kehadiran Presiden Jokowi Diperlukan

-Seorang warga tampak berdiri di depan Stasiun Kedundang, Temon, Kulonprogo, Senin (29/8/2016). Stasiun tersebut rencananya diaktifkan kembali untuk mendukung adanya jalur alternatif menuju bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)

Bandara Kulonprogo untuk peletakan batu pertama akhirnya dibatalkan

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Acara ground breaking Bandara Temon pekan depan dipastikan batal. Pembatalan ini dikarenakan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) urung hadir dalam acara yang sedianya diselenggarakan pada 23 Januari mendatang ini.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/01/19/bandara-kulonprogo-jokowi-urung-hadir-ground-breaking-ditunda-sampai-kapan-786021">BANDARA KULONPROGO : Jokowi Urung Hadir, Ground Breaking Ditunda, Sampai Kapan?

R. Sujiastono, Project Manager Kantor Proyek Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT Angkasa Pura I membenarkan adanya penundaan ini. Sujiastono menyatakan kemungkinan acara baru akan dilangsungkan pada tanggal 30 atau 31 Januari nanti. Selain itu, dimungkinkan pula jika acara akan digabungkan dengan agenda presiden yang lain di kedua tanggal tersebut.

Meski demikian, tanggal tersebut masih tentatif dan menjadi hak dari RI1 untuk memundurkan kembali jadwal tersebut. Adapun, kehadiran Jokowi sendiri menjadi keharusan karena bandara Temon dianggap istimewa sebagai bandara terbesar di Indonesia. Sujiastono menyebutkan jika Jokowi sendiri sebelumnya telah menyatakan akan mengawal sendiri proses pembangunan bandara ini.

Dengan demikian, baik acara seremonial groundbreaking maupun landclearing bandara dipastikan akan menunggu jadwal dari presiden. Lokasi pelaksanaan acara sendiri akan tetap dipertahankan di Satradar Congot, Jangkaran. Hanya saja untuk bentuk maupun konsep acara masih harus menunggu koordinasi lebih lanjut. Sujiastono menegaskan jika penundaan seremoni ini takkan menggangu proses pembangunan bandara seperti ganti rugi bandara serta persiapan pembangunan fisik lainnya tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Dalam kesempatan sebelumnya, Sekretaris Daerah Pemkab Kulonprogo, RM Astungkoro mengatakan kehadiran Presiden RI memang menjadi suatu keharusan.

“Kalau bukan presiden mending tidak usah saja,”ujarnya.

Menurut dia, kehadiran presiden sangatlah penting bagi image pembangunan bandara. Selain itu, secara psikis kehadiran presiden juga akan memberi dukungan dan semangat agar pembangunan bandara dapat segera diselesaikan.

Persiapan acara seremonial sendiri sebelumnya telah disusun dan dipersiapkan dengan matang dengan koordinasi Pemkab Kulonprogo, DIY,dan Angkasa Pura. Sedianya, presiden direncanakan akan mengendarai buldozer dan menggusur gundukan tanah sebagai ritual pokok dalam seremonial land clearing Bandara Temon.  Prosesi ini sebagai realisasi dari tajuk Bubak Alas Nawung Krido  yang bermakna membuka dan menata lahan pesisir Temon agar siap untuk didayagunakan sebagai lokasi bandara Jogja yang baru.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online