Puan Desak Polisi Usut Kericuhan Demo 27 Agustus Diusut, GRIB Disorot
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
-Seorang warga tampak berdiri di depan Stasiun Kedundang, Temon, Kulonprogo, Senin (29/8/2016). Stasiun tersebut rencananya diaktifkan kembali untuk mendukung adanya jalur alternatif menuju bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Bandara Kulonprogo untuk peletakan batu pertama akhirnya dibatalkan
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Acara ground breaking Bandara Temon pekan depan dipastikan batal. Pembatalan ini dikarenakan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) urung hadir dalam acara yang sedianya diselenggarakan pada 23 Januari mendatang ini.
Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/01/19/bandara-kulonprogo-jokowi-urung-hadir-ground-breaking-ditunda-sampai-kapan-786021">BANDARA KULONPROGO : Jokowi Urung Hadir, Ground Breaking Ditunda, Sampai Kapan?
R. Sujiastono, Project Manager Kantor Proyek Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT Angkasa Pura I membenarkan adanya penundaan ini. Sujiastono menyatakan kemungkinan acara baru akan dilangsungkan pada tanggal 30 atau 31 Januari nanti. Selain itu, dimungkinkan pula jika acara akan digabungkan dengan agenda presiden yang lain di kedua tanggal tersebut.
Meski demikian, tanggal tersebut masih tentatif dan menjadi hak dari RI1 untuk memundurkan kembali jadwal tersebut. Adapun, kehadiran Jokowi sendiri menjadi keharusan karena bandara Temon dianggap istimewa sebagai bandara terbesar di Indonesia. Sujiastono menyebutkan jika Jokowi sendiri sebelumnya telah menyatakan akan mengawal sendiri proses pembangunan bandara ini.
Dengan demikian, baik acara seremonial groundbreaking maupun landclearing bandara dipastikan akan menunggu jadwal dari presiden. Lokasi pelaksanaan acara sendiri akan tetap dipertahankan di Satradar Congot, Jangkaran. Hanya saja untuk bentuk maupun konsep acara masih harus menunggu koordinasi lebih lanjut. Sujiastono menegaskan jika penundaan seremoni ini takkan menggangu proses pembangunan bandara seperti ganti rugi bandara serta persiapan pembangunan fisik lainnya tetap dilaksanakan sesuai jadwal.
Dalam kesempatan sebelumnya, Sekretaris Daerah Pemkab Kulonprogo, RM Astungkoro mengatakan kehadiran Presiden RI memang menjadi suatu keharusan.
“Kalau bukan presiden mending tidak usah saja,”ujarnya.
Menurut dia, kehadiran presiden sangatlah penting bagi image pembangunan bandara. Selain itu, secara psikis kehadiran presiden juga akan memberi dukungan dan semangat agar pembangunan bandara dapat segera diselesaikan.
Persiapan acara seremonial sendiri sebelumnya telah disusun dan dipersiapkan dengan matang dengan koordinasi Pemkab Kulonprogo, DIY,dan Angkasa Pura. Sedianya, presiden direncanakan akan mengendarai buldozer dan menggusur gundukan tanah sebagai ritual pokok dalam seremonial land clearing Bandara Temon. Prosesi ini sebagai realisasi dari tajuk Bubak Alas Nawung Krido yang bermakna membuka dan menata lahan pesisir Temon agar siap untuk didayagunakan sebagai lokasi bandara Jogja yang baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Kemenhub memastikan refund tiket pesawat 100 persen bagi penumpang terdampak pembatalan penerbangan akibat abu erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sebanyak 153 SPPG beroperasi di Klaten melayani 300.100 penerima MBG. Dua dapur disuspend imbas dugaan keracunan siswa.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
PVMBG memastikan aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dipantau setelah erupsi menerus 25 jam. Statusnya masih Level III atau Siaga.